
Transaksi SPKLU di Kaltimra Melonjak 300 Persen
- PLN Siapkan Penambahan Titik Baru
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Penggunaan kendaraan listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) terus menunjukkan tren positif.
Seiring meningkatnya jumlah pengguna, PT PLN (Persero) memastikan akan memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), terutama di Balikpapan dan Samarinda yang menjadi pusat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik.
Komitmen tersebut disampaikan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, saat mendampingi kunjungan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Pekerja PT PLN (Persero), M. Abrar Ali, dan Kadisnakertrans Provinsi Kaltim Rozani Erawadi ketika meninjau fasilitas SPKLU pada Rabu, 22 Juli 2026.
Menurut Chaliq, PLN secara konsisten menambah jumlah SPKLU setiap tahun dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat di setiap daerah.
"Di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, setiap tahun PLN terus menambah SPKLU. Kami memetakan lokasi-lokasi yang pengguna kendaraan listriknya cukup banyak. Di lokasi tersebut PLN pasti hadir dengan penambahan SPKLU," ungkapnya.
BACA JUGA:
Peringati Hari Anak Nasional, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya - ibukotakini.com
Chaliq menjelaskan, Balikpapan dan Samarinda menjadi dua wilayah prioritas pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik karena memiliki jumlah pengguna electric vehicle (EV) paling besar di Kaltim.
PLN bahkan telah menyiapkan penambahan SPKLU pada 2027, termasuk menyelesaikan pembangunan beberapa titik baru yang saat ini sedang dalam proses.
"Tentunya Samarinda dan Balikpapan menjadi sentrumnya. Di dua wilayah ini kita akan memperbanyak SPKLU. Tahun 2027 ada penambahan, termasuk dua lokasi yang saat ini sedang kita selesaikan dan akan terus bertambah di lokasi lainnya," kata Chaliq.
Pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Kaltimra juga tercermin dari lonjakan transaksi pengisian daya di SPKLU.
Chaliq mengungkapkan, hingga Juli 2026 jumlah transaksi SPKLU meningkat sekitar 300 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadi indikator tingginya minat masyarakat menggunakan kendaraan listrik.
BACA JUGA:
PLN UID Kaltimra Raih Penghargaan TJSL Usai Kembangkan Agrowisata Api-Api - ibukotakini.com
"Tahun lalu peningkatannya sampai 300 persen dari jumlah transaksi dibandingkan tahun sebelumnya. Sampai Juli tahun ini, pertumbuhannya sangat signifikan," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Serikat Pekerja PT PLN (Persero), M. Abrar Ali, berharap pengembangan SPKLU tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah, tetapi juga peningkatan kualitas layanan.
Di mana pengguna kendaraan listrik akan semakin percaya menggunakan SPKLU apabila didukung fasilitas yang nyaman, aman, serta memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
"Kita berharap pelayanan SPKLU dari hari ke hari semakin baik, baik dari sisi tempatnya, kenyamanannya, maupun ketersediaan sarana dan prasarana. Sehingga pengguna SPKLU merasa nyaman," ujarnya.
Abrar menilai layanan SPKLU yang ada saat ini sudah berjalan dengan baik. Namun, ia mendorong PLN terus menghadirkan inovasi agar pengalaman pengguna kendaraan listrik semakin meningkat.
"Ke depan kita berharap ada inovasi-inovasi, sehingga semakin baik dari sisi kenyamanan maupun keamanannya. Itu yang kita harapkan dari SPKLU kita," tambahnya. ***
