Triwulan III-2025 Ekonomi Balikpapan Menguat
Balikpapan

Triwulan III-2025 Ekonomi Balikpapan Menguat

  • Angka Pengangguran dan Kemiskinan Turun
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Sejumlah indikator sosial ekonomi menunjukkan tren perbaikan sepanjang tahun ini. Hal ini ditandai dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Balikpapan. 

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan beberapa indikator kunci seperti angka pengangguran, kemiskinan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami perbaikan yang konsisten.

“Alhamdulillah, kesejahteraan masyarakat meningkat. Tingkat pengangguran menurun, angka kemiskinan turun, dan IPM Balikpapan juga terus membaik,” katanya pada Sabtu, 6 Desember 2025.

Ia mengakui sempat terjadi perlambatan perkembangan ekonomi ketiga tahun 2025. Namun kondisi tersebut dinilai sebagai dinamika normal. Penurunan aktivitas sejumlah proyek strategis nasional, khususnya di sektor energi, menjadi faktor utama.

“Itu wajar, mungkin karena pengaruh dari RDMP yang kegiatannya mulai berkurang. Tetapi secara grafik tahunan tetap menunjukkan peningkatan,” jelasnya.

Meskipun ada penyesuaian di sektor energi, pertumbuhan ekonomi Balikpapan disebut tetap stabil. Pergeseran dominasi sektor dari migas menuju perdagangan dan jasa menjadi momentum penting bagi perekonomian kota.

Menurutnya, pergeseran ini merupakan sinyal positif yang perlu terus dikawal.

BACA JUGA:

Ekonomi Balikpapan Tumbuh 9,32 Persen di Triwulan III-2025 - ibukotakini.com

“Balikpapan adalah kota jasa dan perdagangan. Pergeseran ini memberikan dampak positif, dan harus terus kita dorong melalui kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Dengan ekonomi yang semakin didorong sektor non-migas, kota ini dinilai memiliki peluang tumbuh lebih stabil dan terdiversifikasi.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan. Ekonomi Kota Balikpapan mencatatkan kinerja yang kuat pada Triwulan III-2025. Pertumbuhan ekonomi sebesar 9,32 persen secara year-on-year (y-on-y), menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur.

BPS menyebut sektor sekunder yang meliputi industri pengolahan dan konstruksi tumbuh 11,96 persen, menjadi sektor dengan kontribusi terbesar yaitu 62,60 persen terhadap total PDRB Balikpapan. Sektor tersier dan primer juga tumbuh positif, masing-masing 3,92 persen dan 3,94 persen. 

Di sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi 7,46 persen, disusul konsumsi rumah tangga yang tumbuh 3,59 persen. Sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi justru mengalami kontraksi 13,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.  

BACA JUGA:

Wali Kota Apresiasi FunTAXtik Run 2025 di Balikpapan - ibukotakini.com

Secara triwulan ke triwulan (q-to-q), ekonomi Balikpapan juga tumbuh 1,14 persen. Pertumbuhan ini kembali ditopang sektor sekunder yang naik 2,40 persen, meskipun sektor primer dan tersier mengalami kontraksi.  

Balikpapan tetap menjadi salah satu pilar perekonomian Kaltim dengan kontribusi 19,20 persen, tertinggi kedua setelah Kutai Kartanegara. Bahkan di tingkat kabupaten/kota, Balikpapan mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi di Kaltim. 

Kepala BPS Balikpapan, Marinda mengatakan tren pertumbuhan ini menunjukkan kuatnya peran Balikpapan sebagai pusat jasa, industri, dan logistik, terutama dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pada triwulan ini, nilai PDRB Balikpapan atas dasar harga berlaku tercatat Rp 41,99 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp 27,59 triliun. 

“Angka ini menunjukkan terus meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha,” tukasnya. ***