Turunkan Angka Stunting, PKK Kenalkan Program Karamunting
Kabar Ibu Kota

Turunkan Angka Stunting, PKK Kenalkan Program Karamunting

  • IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Kota Balikpapan berupaya terus melakukan penurunan angka stunting. Di mana berdasarkan Survei Status Gizi Indones
Kabar Ibu Kota
Redaksi

Redaksi

Author

BALIKPAPAN, IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya melakukan penurunan angka stunting. Di mana berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting di Balikpapan mengalami kenaikan dari 17,05 menjadi 19,6% atau naik 2%. 

Dengan naiknya angka tersebut, Pemkot Balikpapan menggandeng berbagai pihak salah satunya Tim Penggerak PKK. Kali ini PKK Balikpapan memperkenalkan Program Karamunting (Kader Bergerak Melawan Stunting). 

Peluncuran Karamunting oleh Ketua TP PKK Balikpapan, Nurlena Mas’ud di aula rumah jabatan Wali Kota, Jumat (31/3/2023). Peluncuran program Karamunting dihadiri pula Sekretaris DP3AKB Syafaah, dan perwakilan ibu dari keluarga yang memiliki bayi atau anak stunting.

“Kami di TP PKK Balikpapan ikut memperhatikan kenaikkan stunting di Kota Balikpapan, sehingga bagaimana upaya kami mencari tagline yang berhubungan dengan Kota Balikpapan tapi mengandung arti penurunan stunting, setelah kami diskusi ketemu kata Karamunting,” ujar Nurlena kepada media, Jumat (31/3/2023).

BACA JUGA:

Ia menjelaskan melalui program Karamunting juga ada Pokja 1 dengan tagline Parenting, Pokja 2 dengan Voucher PKK, Pokja 3 dengan Gertak yang sudah dilakukan penilaian disetiap wilayah Kota Balikpapan, kemydian Pokja 4 dengan tagline 101 yang maksudnya satu hari satu telur yang dikonsumsi anak anak kita yang menderita stunting.

“Harapannya agar telur yang diberikan setiap hari direbus, kemudian difoto dan kirim ke kader yang akan mengirim ke TP PKK selama 30 hari,” akunya.

Kata Nurlena, dilihat indeks kemiskinan di Kota Balikpapan yang turun, semestinya angka stunting juga ikut turun, tapi ini malah naik, untuk itu dicarilah permasalahan kenapa bisa naik, salah satunya imbas dari pola asuh yang salah.

“Untuk itu melalui Posyandu dan kader TP PKK bersama-sama memantau setiap hari warga yang mendapat bantuan telur,” akunya.

Di mana saat ini baru untuk enam orang kita pantau yang tersebar di enam kecamatam, setelah ramadan baru kita lanjutkan dengan memantau 3 anak setiap kelurahan atau sekitar 102 anak.

“Pemantauan ini akan intens dilakukan selama sebulan,” imbuhnya.

 Pihaknya saat ini juga berupaya menggandeng berbagai perusahaan di Kota Balikpapan mendukung penurunan angka stunting di Balikpapan salah satunya melalui program CSR mereka.

“Di Balikpapan banyak perusahaan minimal mereka membantu warga sekitar yang ada anak stuntingnya,” pungkasnya. ###