Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan Ubah Perilaku Warga, Kunci Atasi Masalah Sampah Kota
Balikpapan

Ubah Perilaku Warga, Kunci Atasi Masalah Sampah Kota

  • Dari sisi capaian, Balikpapan telah memenuhi target pengurangan sampah nasional sebesar 30 persen pada 2025
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kunjungan mendadak menteri ke Balikpapan baru-baru ini menyoroti pengelolaan sampah perkotaan dari hulu hingga hilir. 

Meski tanpa pemberitahuan resmi kepada pemerintah kota, Pemkot Balikpapan menilai sidak tersebut mencerminkan perhatian pemerintah pusat terhadap isu persampahan di daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pihaknya mengetahui agenda kunjungan itu dari pemberitaan media. Lokasi yang disambangi meliputi kawasan permukiman warga, pasar tradisional, hingga kampung binaan pengelolaan lingkungan.

“Saya membaca dari berita, Pak Menteri melihat langsung pengelolaan sampah di beberapa titik, seperti Kampung Penisi, kawasan permukiman, Pasar Baru, Pasar Pandansari, hingga salah satu kampung binaan. Itu menunjukkan perhatian terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya,” ungkap Sudirman, Rabu.

Menurut dia, persoalan sampah tidak bisa dipandang semata sebagai urusan teknis. Sampah merupakan residu dari aktivitas rumah tangga, perdagangan, industri, hingga konstruksi, sehingga penanganannya melibatkan banyak pihak.

BACA JUGA:

Kandidat Adipura, Menteri LH Cek Sampah Balikpapan - ibukotakini.com

“Pengelolaan sampah itu multidimensi. Bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat, dunia usaha, dan swasta. Pemerintah menyiapkan sistem, namun kunci utamanya ada pada perubahan perilaku,” katanya.

Sudirman menjelaskan, Pemkot Balikpapan selama ini menitikberatkan kebijakan pada upaya perubahan pola perilaku masyarakat. 

Selain melalui sosialisasi dan edukasi, pendekatan jangka panjang dilakukan lewat sektor pendidikan dengan memasukkan pengelolaan sampah sebagai muatan lokal, termasuk praktik pembuatan kompos di sekolah.

Dari sisi capaian, Balikpapan telah memenuhi target pengurangan sampah nasional sebesar 30 persen pada 2025 sesuai kebijakan strategis sebelumnya. 

Namun, ia menilai target pengelolaan sampah yang lebih ambisius pada periode pemerintahan saat ini memerlukan tahapan yang realistis dan dukungan memadai.

BACA JUGA:

Aksi Bersih Sampah IKN Kolaborasi Multipihak - ibukotakini.com

“Target besar itu baik sebagai visi, tetapi pelaksanaannya tidak bisa simsalabim. Daerah butuh waktu, strategi, dan dukungan anggaran yang cukup,” ujarnya.

Saat ini, Balikpapan terus memperkuat infrastruktur persampahan, termasuk pembangunan tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Bank sampah yang sempat menurun aktivitasnya pascapandemi juga kembali diaktifkan, dengan jumlah kini berkembang menjadi lebih dari 200 unit.

“Yang terpenting bukan hanya membangun, tetapi memastikan sistem berjalan. Semua ingin kotanya bersih. Untuk mencapainya, dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kerja bersama,” pungkas Sudirman. ***