Udara Samarinda Masuk Kategori Sangat Tak Sehat
Samarinda

Udara Samarinda Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

  • Kualitas udara Samarinda pada 16 September 2026 masuk kategori sangat tidak sehat
Samarinda
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kualitas udara di Samarinda pada Rabu (16/9) perlu menjadi perhatian. Konsentrasi partikulat halus PM₂.₅ di Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda mencapai 210,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 16.00 WITA.

Berdasarkan klasifikasi kualitas udara yang digunakan BMKG, angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini juga berlangsung ketika cuaca di sekitar Bandara APT Pranoto Samarinda terpantau berawan hingga berawan tebal sejak pagi sampai sore.

Stasiun Meteorologi Kelas II Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan kualitas udara di Samarinda dan sekitarnya pada 16 September 2026. 

Selain kualitas udara, jarak pandang di kawasan bandara juga mengalami penurunan. Hasil pengamatan menunjukkan visibility berada pada kisaran 1.000–1.500 meter.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menjelaskan PM₂.₅ merupakan partikulat udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

“Karena itu, konsentrasi yang tinggi perlu mendapat perhatian, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama,” ungkapnya dalam keterangan resminya pada Rabu, (16/9/2026).  

BACA JUGA:

Musim Kemarau di Kaltim, Warga Diminta Waspadai Air Tercemar - ibukotakini.com

Seiring kondisi tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan. “Imbauan terutama berlaku ketika kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat,” ucapnya.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker. Sementara kelompok yang sensitif terhadap kualitas udara diminta lebih memperhatikan kondisi lingkungan sebelum beraktivitas di luar rumah. 

Penurunan jarak pandang turut menjadi perhatian bagi pengguna jalan. BMKG meminta pengendara meningkatkan kewaspadaan selama kondisi visibility masih berkurang.

Bagi pengguna jasa penerbangan, BMKG mengimbau agar mengikuti informasi dan arahan terbaru dari pihak bandara serta BMKG terkait perkembangan cuaca dan jarak pandang. ***