
UMKM Kaltim Tumbuh 15,96 Persen, Pemprov Genjot Ekspor F&B
- Business Matching Kaltim–Malaysia Dorong Ekspor UMKM
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Struktur ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) masih didominasi sektor pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, serta pertanian.
Namun di tengah dominasi tersebut, sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B) yang digerakkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) justru mencatat pertumbuhan paling tinggi.
Kontribusi sektor makanan dan minuman terhadap perekonomian daerah tercatat sebesar 1,31 persen.
Meski porsinya relatif kecil, sektor ini tumbuh hingga 15,96 persen—jauh melampaui sektor migas dan batu bara yang hanya tumbuh sekitar 0,45 persen.
BACA JUGA:
Produk UMKM Kaltim Bidik Jaringan Ritel Global - ibukotakini.com
Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Timur, Ujang Rachmad, menilai tren tersebut menjadi sinyal kuat perlunya penguatan UMKM sebagai fondasi transformasi ekonomi daerah.
“Ini menunjukkan bahwa sektor F&B dan UMKM memiliki potensi besar dan terus berkembang. Karena itu, perlu didorong secara serius,” ujarnya Selasa, 14 April 2026.
Menurut Ujang, penguatan UMKM menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan ekonomi Kaltim terhadap sektor migas dan batu bara. Pemerintah daerah pun menekankan pentingnya kolaborasi multipihak.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dan dukungan semua pihak untuk mengembangkan ekonomi daerah, khususnya melalui UMKM,” tegasnya.
BACA JUGA:
Pemkot Balikpapan Bangun 10 Koperasi Merah Putih Juni 2026 - ibukotakini.com
Business Matching Kaltim–Malaysia Dorong Ekspor UMKM
Sebagai langkah konkret, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kaltim menggelar kegiatan Business Matching (BM) bersama buyer dari Malaysia di Aula Keminting, Kantor DPPKUKM Kaltim, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini menjadi strategi perluasan pasar ekspor produk unggulan daerah, khususnya sektor makanan dan minuman, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan Malaysian International Islamic Chamber of Commerce and Industry (MIICCI).
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan Business Matching merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong UMKM naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.
BACA JUGA:
UMKM Jadi Penopang Ekonomi, Pemkot Balikpapan Permudah Akses Layanan - ibukotakini.com
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha Kaltim agar dapat menembus pasar internasional, khususnya Malaysia. Ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal,” ujarnya.
Sebanyak 23 pelaku usaha potensial ekspor ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka telah melalui proses kurasi dan berasal dari berbagai daerah di Kaltim, seperti Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, hingga Paser.
Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari cokelat, kopi, madu, makanan olahan, hingga produk herbal. Beberapa di antaranya bahkan telah menembus pasar ekspor ke Korea Selatan, Australia, Afrika, dan Malaysia.
Hal ini menjadi indikator bahwa produk UMKM Kaltim memiliki daya saing dan potensi besar untuk berkembang di pasar global.
BACA JUGA:
Harga Plastik Naik, UMKM Balikpapan Masih Aman? Ini Faktanya - ibukotakini.com
MIICCI Jembatani Kerja Sama dan Minimalkan Risiko Bisnis
Presiden Malaysian International Islamic Chamber of Commerce and Industry (MIICCI), Tuan Haji Muhammad Fahmi, menegaskan peran lembaganya sebagai fasilitator dalam menjembatani kerja sama bisnis lintas negara.
Menurutnya, keterlibatan MIICCI penting untuk meningkatkan rasa aman dalam transaksi internasional sekaligus meminimalkan risiko penipuan (scam), kecurangan (fraud), dan potensi pelanggaran lainnya.
“Peran inilah yang dijalankan MIICCI, yakni mengurangi risiko dan meningkatkan kepercayaan dalam menjalin kemitraan bisnis,” ujarnya.
Ia menambahkan, Business Matching menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri makanan halal global. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang distribusi produk Kaltim tidak hanya di Malaysia, tetapi juga kawasan Asia hingga Eropa.
BACA JUGA:
DKUMKMP Gelar Festival Layanan di Enam Kecamatan Balikpapan - ibukotakini.com
“Ini bukan yang pertama dan juga bukan yang terakhir, melainkan sebuah awal. Kami berharap agenda ini dapat terus berlanjut guna mendorong pertumbuhan ekonomi bersama di Malaysia dan Indonesia,” katanya.
Kegiatan Business Matching ini merupakan tindak lanjut komunikasi yang terjalin sejak 2025. Pada Juni 2025, delegasi MIICCI telah melakukan kunjungan awal ke Kaltim untuk menjajaki potensi produk unggulan daerah.
Sebagai lanjutan, Pemprov Kaltim memfasilitasi Business Matching dalam dua tahap, yakni pada 13 April 2026 di Export Center Balikpapan dan 14 April 2026 di Samarinda.
Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan terjalinnya kerja sama perdagangan berkelanjutan antara pelaku UMKM lokal dengan buyer internasional, sekaligus memperkuat posisi Kaltim sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis UMKM di Indonesia. ***
