Waduk Korpri Dipenuhi Sedimen
Balikpapan

Waduk Korpri Dipenuhi Sedimen

  • Warga menilai pengerukan harus dilakukan secara rutin untuk menjaga fungsi waduk sebagai pencegah banjir
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Warga RT 5 Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan segera melakukan pengerukan pada Waduk Korpri Blok 2 yang berada di Jalan Widya Praja. Waduk tersebut kini dipenuhi sedimen pasir, lumpur, dan sampah.

Aziz Rajab, perwakilan warga RT 5, mengungkapkan bahwa surat permohonan penanganan telah dilayangkan ke DPU sekitar dua bulan lalu, namun hingga kini belum ditindaklanjuti.

"Gorong-gorong di bawah jalan tidak pernah dibersihkan, semak-semak dibiarkan menutupi pondasi waduk," ungkapnya, Minggu 20 Juli 2025.

Ia menyesalkan tidak adanya perawatan lanjutan usai proyek, termasuk lampu penerangan yang hanya menyala dua hari setelah proyek selesai.

Saat ini kondisi di sekitar waduk gelap, membahayakan anak-anak yang kerap bermain di lokasi tersebut.

Pagar waduk pun turut disorot warga karena diduga bukan jenis pagar standar seperti BRC, melainkan hanya besi biasa yang dicat menyerupai pagar BRC.

"Pagar itu sekarang sudah berkarat dan tidak punya pondasi, sangat membahayakan,” tegasnya.

BACA JUGA:

Proyek Drainase Ahmad Yani Dimulai, Wawali Minta Tak Ganggu Usaha Warga - ibukotakini.com

Warga menilai pengerukan harus dilakukan secara rutin untuk menjaga fungsi waduk sebagai pencegah banjir.

Jika dibiarkan, endapan yang menumpuk bisa menyebabkan limpahan air ke permukiman warga saat hujan deras.

Selain pengerukan, warga juga meminta pembangunan pagar beton dan revitalisasi taman di sekitar waduk agar tidak ada lagi aktivitas penambangan pasir liar serta memperindah kawasan.

Aziz bahkan mengusulkan agar area ini dijadikan titik pantau dalam penilaian Adipura agar tidak hanya fokus pada lokasi yang “sudah disiapkan”.

Di sisi lain, permintaan juga ditujukan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar melakukan penanaman ulang atau reboisasi di atas gedung kesenian dekat waduk.

Kawasan tersebut rawan longsor dan menjadi titik masuk aliran air deras saat hujan.

“Masalah ini sudah berlarut. Warga butuh tindakan konkret, bukan janji atau survei-survei ulang,” pungkas Aziz. ***