KPC menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 sejak tahun 2004 untuk menjamin peningkatan kinerja lingkungan secara berkelanjutan. (Foto: KPC)
Kutai Timur

Wagub Kaltim Apresiasi KPC Sulap Void Tambang Jadi Sumber Air Bersih

  • KPC menyiapkan ekspansi pemanfaatan sumber air ke wilayah Rantau Pulung
Kutai Timur
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM — PT Kaltim Prima Coal (KPC) membuktikan bahwa lubang bekas tambang atau void bisa menjadi solusi penyediaan air bersih yang berkelanjutan. 

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), KPC sukses mengubah void tambang menjadi sumber air bersih yang kini telah dimanfaatkan oleh sekitar 80 persen warga Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini saat melakukan kunjungan kerja ke Tanjung Bara, Kutai Timur, Kamis (10/7/2025). Ia menyebut langkah KPC sebagai terobosan cerdas dan patut menjadi contoh nasional.

“Ini sangat positif dan bisa menjadi role model bagi perusahaan tambang lainnya. Tidak hanya mereklamasi lahan pascatambang, tetapi memanfaatkannya secara produktif untuk kebutuhan masyarakat,” kata Seno Aji dalam pernyataan resmi.

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari pendampingan riset kolaboratif antara Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim dan Universitas Mulawarman, yang meneliti strategi pengelolaan lingkungan di sektor tambang.

BACA JUGA:

PKT Olah 650 Kilogram Limbah Plastik jadi Bahan Aspal Jalan

Kepala Brida Kaltim, Fitriansyah, mengakui bahwa Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan serius dalam hal kualitas lingkungan, terutama sektor air. Oleh karena itu, riset dan inovasi seperti yang dilakukan KPC sangat penting.

“Riset ini melibatkan akademisi, swasta, dan asosiasi. Upaya seperti ini menjadi angin segar bagi strategi lingkungan berkelanjutan di daerah tambang,” ujar Fitriansyah.

Void bekas tambang milik KPC kini tidak hanya menyimpan air, tetapi telah dikelola hingga memenuhi standar sumber air baku. Air tersebut kemudian diolah lebih lanjut sebelum didistribusikan ke rumah-rumah warga. Setelah sukses di Sangatta, KPC juga tengah menyiapkan ekspansi pemanfaatan sumber air ini hingga ke wilayah Rantau Pulung.

Chief Operating Officer PT KPC, Hendro Ichwanto, menyatakan kesiapan perusahaannya untuk terus berinovasi dan terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak.

BACA JUGA:

“Ratu Bayan” Raup 2,4 Triliun

“Jika ada masukan dari tim peneliti, ini akan menjadi koreksi bagi PT KPC untuk memperbaiki atas hal-hal yang sudah kami lakukan,” ujarnya.

Upaya KPC ini bukan hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga sosial. Dengan akses air bersih yang memadai, kualitas hidup warga sekitar tambang meningkat signifikan. Hal ini sekaligus menepis stigma bahwa industri tambang hanya meninggalkan kerusakan tanpa kontribusi jangka panjang bagi masyarakat.

Inisiatif KPC pun disebut akan dibawa Wagub Seno ke tingkat kementerian sebagai bukti konkret bahwa pengelolaan void tambang bisa menjadi solusi alternatif penyediaan air bersih di wilayah terdampak ekstraksi sumber daya alam. ***