Wagub Kaltim Seno Aji dorong ekspor langsung komoditas unggulan tanpa transit ke Jawa untuk tingkatkan PAD dan nilai ekonomi daerah.
Kabar Ibu Kota

Wagub Seno Aji Tegaskan Kaltim Wajib Ekspor Langsung Tanpa Transit ke Jawa

  • Ungkit PAD dan Nilai Ekonomi
Kabar Ibu Kota
Toni Hariadi

Toni Hariadi

Author

IBUKOTAKINI.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, secara tegas mendorong agar komoditas unggulan Kaltim dapat menembus pasar internasional melalui ekspor langsung dari daerah asal. 

Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tantangan penurunan fiskal.

Menurut Seno, selama ini banyak hasil bumi dan produk lokal Kaltim yang harus dikirim ke luar daerah—seperti Pulau Jawa—terlebih dahulu sebelum diekspor ke luar negeri. 

Padahal, potensi ekonomi yang dimiliki Benua Etam sangat besar dan layak dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.

BACA JUGA:

Investor Pasar Modal Indonesia Capai 32 Juta Hingga Oktober 2026 - ibukotakini.com


Terinspirasi Visi Presiden Prabowo: "Kalau Bisa Langsung, Kenapa Harus Mampir?"

Seno Aji mengibaratkan langkah pemangkasan birokrasi perdagangan ini dengan filosofi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa rantai distribusi yang efisien akan mendatangkan keuntungan maksimal bagi daerah penghasil.

“Kita ingin seperti Pak Prabowo, kalau bisa langsung kenapa harus mampir-mampir. Sehingga value-nya langsung ke Kaltim. Nilai-nilai yang ada di Kaltim harus kembali ke Kaltim,” ucap Seno Aji.

Dengan dukungan penuh dari Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Timur (BBKHIT Kaltim), pemerintah optimistis dapat mengembalikan nilai tambah komoditas ekspor tersebut ke tangan masyarakat Kaltim.

Potensi Ekspor Kaltim: Dari Kakao USD 6 Juta hingga Produk Perikanan Afrika

Kaltim menyimpan ragam komoditas ekspor berdaya saing tinggi yang terbukti mampu menembus pasar global. Beberapa sektor andalan tersebut meliputi:

  • Kakao / Cokelat: Memiliki nilai ekspor fantastis yang mencapai USD 6 juta per tahun.
  • Perikanan: Produk turunan perikanan asal Kaltim kini mulai diminati dan merambah sejumlah negara di benua Afrika, seperti Kamerun dan Nigeria.
  • Keratom & Sarang Burung Walet: Dua komoditas bernilai ekonomis tinggi yang selama ini masih kerap dikirim ke Jawa sebelum diekspor.

“Artinya kita sudah bisa bersaing dengan provinsi lain. Tinggal bagaimana kita meningkatkan value dari produk-produk tersebut,” tambah Seno.

Solusi Atasi Penurunan Fiskal dan Optimalisasi Jalur ALKI II

Penurunan dana transfer ke daerah (TKD), merosotnya dana bagi hasil (DBH) migas, serta tekanan sumber pendapatan lain menuntut kapasitas fiskal Kaltim untuk beradaptasi. Penguatan PAD melalui sektor ekspor mandiri menjadi solusi paling logis saat ini.

Terlebih lagi, Kaltim berada tepat di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Ke depan, Pemprov Kaltim bersama instansi terkait berkomitmen menata kembali pelabuhan-pelabuhan ekspor agar pengiriman langsung ke mancanegara dapat segera terwujud.

Kepala Balai Besar Karantina Kaltim, Amir Hasanuddin, akan meningkatkan layanan sertifikasi karantina di wilayah regional Kalimantan.

“Dengan penguatan layanan ini, komoditas seperti keratom dan sarang burung walet nantinya dapat langsung diekspor dari daerah penghasil tanpa harus transit panjang ke Pulau Jawa,” ujarnya.

Sinergi antara Pemprov dan Karantina Kaltim ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing global sekaligus melipatgandakan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah di masa depan.***