
Wajah Baru Road 9 Sangatta: Disulap Jadi Ikon Wisata Kuliner Ala Jogja
- Berkat Kolaborasi Pemkab Kutim dan KPC
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM - Warga Sangatta, Kutai Timur (Kutim), kini punya tempat nongkrong dan ruang publik baru yang estetik! Kawasan Road 9 yang berada di perbatasan Desa Singa Gembara dan Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, resmi disulap dan dimanfaatkan masyarakat setelah diresmikan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pada Jumat (23/10/2026) sore.
Mengusung konsep penataan ala suasana Yogyakarta, kawasan ini digadang-gadang bakal menjadi ikon baru sekaligus pusat wisata kuliner andalan di Kutai Timur.
Kolaborasi Apik Pemkab, BBPJN, dan KPC
Revitalisasi Road 9 ini bukan sembarang renovasi. Proyek penataan ruang publik tersebut merupakan hasil kolaborasi ciamik antara PT Kaltim Prima Coal (KPC), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Pemerintah Kabupaten Kutim, serta pemerintah desa setempat.
Pengerjaannya pun tidak main-main. Penataan jalan mencakup sisi kanan sepanjang kurang lebih 900 meter dan sisi kiri sekitar 1.100 meter, yang disesuaikan langsung dengan peta sertifikat Kementerian Pekerjaan Umum.
BACA JUGA:
Omzet Kutim Expo 2026 Tembus Rp4,24 Miliar - ibukotakini.com
GM ESD PT KPC, Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk membuat kawasan tersebut jauh lebih rapi, bersih, dan asri. Selain itu, langkah ini juga sukses merapikan persoalan sosial yang melibatkan sekitar 40 bangunan liar, warung, hingga tempat tinggal di sekitar jalur tersebut.
Solusi Parkir Liar dan Buka Peluang UMKM
Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kasaa, menyampaikan apresiasi mendalam kepada KPC dan pihak terkait. Menurutnya, wajah baru Road 9 berhasil menuntaskan masalah pelik yang selama ini dikeluhkan warga, yakni maraknya parkir liar.
"Yang sudah diberikan ini semoga dapat dirawat dengan baik," ucap Hamriani.
Nggak cuma mempercantik kawasan, revitalisasi ini juga langsung berdampak ke dompet warga.
BACA JUGA:
Didenda Rp100 Miliar, Induk Perusahaan Tambang di Kaltim Ini Cek Keuangan - ibukotakini.com
Lewat penyediaan rombong UMKM yang dikelola bersama BUMDes Desa Singa Gembara, warga lokal punya panggung baru untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif dan menjajakan kuliner khas.
Wajib Konsep Bongkar-Pasang!
Meski menyambut positif kehadiran Road 9 sebagai pusat ekonomi kerakyatan dan pariwisata, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memberikan catatan penting bagi para pedagang dan masyarakat. Ia menegaskan agar fasilitas publik ini tidak dikuasai secara permanen.
"Jangan sampai fasilitas publik ini diklaim secara permanen. Sistemnya harus bongkar-pasang, tidak ada lapak atau bangunan permanen yang ditinggalkan," tegas Ardiansyah.
BACA JUGA:
Produksi Gas Kaltim Bertambah 290 MMSCFD, Investasi Lapangan Maha US$891 Juta - ibukotakini.com
Aturan tegas ini diterapkan demi menjaga kerapian kawasan, kenyamanan pengunjung, kebersihan lingkungan, serta kelancaran arus lalu lintas di jalur tersebut.
Jadi Pusat Rekreasi Baru yang Keren di Kutim
Plt Kepala BBPJN Kaltim, Akmizal, turut memuji dukungan infrastruktur melalui pengelolaan Kerja Sama Pelaku Usaha (KSPU) yang dieksekusi oleh KPC ini. Menurutnya, keindahan ruang publik yang tertata rapi kini bisa dinikmati langsung oleh masyarakat luas.
Dengan wajah barunya, Road 9 Sangatta kini bertransformasi dari sekadar jalur penghubung biasa menjadi ruang publik multifungsi yang hidup, estetik, dan siap menggerakkan perekonomian Kutai Timur.***
