
Wali kota Balikpapan Rahmad Mas'ud Bantah Istri akan Maju Pilkada
- Rahmad Mas’ud Persilakan Anak Muda Maju
Politik
BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud membantah isu yang menyebut istrinya, Nurlena Mas’ud, akan maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Balikpapan.
Penegasan tersebut disampaikan Rahmad Mas’ud saat membuka Rapat Pimpinan Kota (Rapimkot) I Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan di Hotel Platinum Balikpapan, Senin (10/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Rahmad mengungkap percakapannya dengan sang istri sebelum menghadiri kegiatan Kadin Balikpapan.
"Saya tadi pagi sempat 'adu mulut' dengan istri. Saya tanya mau ke mana? Menghadiri undangan KADIN katanya. Lho sebagai apa? Dia jawab diundang dalam kapasitas sebagai ketua Dekranasda, sebagai wujud partisipasi Kita (Dekranasda), khususnya dalam masalah (mengembangkan) batik. Ya tadi saya bilang, oke lah kalau gitu," kata Rahmad.
BACA JUGA:
KADIN Balikpapan Dorong Pengusaha Lokal Jadi Pelaku Utama Pembangunan IKN - ibukotakini.com
Rahmad yang juga Ketua DPD Golkar Balikpapan itu mengaku sempat melarang istrinya mengikuti kegiatan tersebut. Larangan itu, kata dia, untuk menghindari munculnya anggapan Nurlena sedang melakukan persiapan untuk maju dalam Pilkada Balikpapan.
"Masalahnya tadi sebenarnya jangan pergi, Bu. Ya, nanti dibilang Ibu mau maju (calon wali kota). Saya tegaskan, Insya Allah Bapak Ibu sekalian, cukup dia mendampingi suami. Cukuplah saya yang mengurusi warga Kota Balikpapan. Cukuplah saya yang dibully, cukuplah saya yang difitnah. Cukuplah saya yang diejek-ejek. Tetapi kalau istri saya yang diejek, suami itu tidak ada harga dirinya kalau tidak melawan."
Rahmad menegaskan dirinya tidak ingin Nurlena menjadi sasaran hujatan atau penghinaan karena isu politik.
"Saya tidak akan biarkan istri saya dibully, apalagi dihina. Kalau saya cukuplah. Karena saya sudah mewakafkan diri saya untuk Balikpapan."
Rahmad Mas’ud Persilakan Anak Muda Maju
Di hadapan pengurus dan anggota Kadin Balikpapan, Rahmad juga menyampaikan bahwa siapa pun yang ingin maju dalam kontestasi politik dipersilakan, terutama generasi muda.
"Bapak ibu sekalian yang mau maju, silakan yang muda-muda. Karena seperti yang Pak Ustadz tadi menyampaikan, kalau sudah doa kita diijabah Allah SWT, apalagi tadi baca doanya, untuk kota yang makmur santosa. Pengusahanya sudah makmur sudah sejahtera masyarakatnya, apalagi yang kita mau minta," imbuhnya.
Rahmad kemudian melontarkan candaan mengenai pentingnya "doa" dalam urusan politik.
"Tapi dalam urusan politik itu penting doa. Hanya ada dua doa dalam urusan politik, doa awal dan doa akhir. Kalau sudah punya, Insya Allah selesai juga, " imbuhnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa "doa" yang dimaksudnya dalam konteks politik merupakan guyonan mengenai dana operasional awal dan dana operasional akhir.
BACA JUGA:
Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 30 Juta SID - ibukotakini.com
Kalau itu terakomodir, semua (masalah) selesai itu urusan mendasar. "Karena mau sosialisasi perlu makan minum, mengumpulkan orang nggak mungkin cuma dapat liur, (nanti) pulangnya liur," ungkap Rahmad disambut tawa pengurus KADIN Balikpapan.
Isu Suksesi Balikpapan Mulai Bermunculan
Meski pelaksanaan Pilkada Balikpapan masih sekitar tiga tahun lagi, isu mengenai suksesi kepemimpinan di Kota Balikpapan mulai bermunculan.
Sejumlah isu terkait kandidat yang disebut-sebut berpotensi maju dalam Pilkada Balikpapan mulai beredar di media sosial. Namun, informasi tersebut belum dapat diklarifikasi secara resmi.
Dalam konteks tersebut, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa Nurlena Mas’ud tidak disiapkan untuk maju sebagai calon wali kota Balikpapan dan memilih fokus mendampinginya serta menjalankan tugas sebagai Ketua Dekranasda Balikpapan.***
