Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud Ungkap Strategi Pendidikan di Hadapan Mendikdasmen
Balikpapan

Wali Kota Balikpapan Ungkap Strategi Pendidikan di Hadapan Mendikdasmen

  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengganjar komitmen Pemkot Balikpapan dengan mengucurkan bantuan khusus senilai Rp100 juta
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan terus menancapkan taringnya dalam urusan pemerataan akses pendidikan. 

Di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud blak-blakan memaparkan jurus jitu kota minyak dalam mencetak SDM unggul.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah gebrakan Pemkot Balikpapan dalam mengakselerasi program wajib belajar 13 tahun. 

Berbeda dengan daerah lain, program ini mewajibkan anak-anak untuk mengenyam satu tahun pendidikan pra-SD atau prasekolah sebelum masuk ke bangku sekolah dasar. Jurus ini bukan hanya wacana. 

Rahmad menegaskan, payung hukumnya sudah matang dan mengikat.

"Program tersebut telah diatur melalui Peraturan Wali Kota Nomor 24 Tahun 2025 sebagai upaya memastikan tidak ada anak yang putus sekolah sejak jenjang prasekolah hingga pendidikan menengah," ungkap Rahmad Mas'ud di sela agenda Pagi Ceria di Gedung BSCC Dome, Jumat 5 Juni 2026.

Langkah berani Balikpapan ini langsung mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengganjar komitmen Pemkot Balikpapan dengan mengucurkan bantuan khusus senilai Rp100 juta guna menyokong operasional program prasekolah tersebut.

BACA JUGA:

21 Sekolah di Kaltim Masuk Program Revitalisasi 2026 - ibukotakini.com

Tak hanya dana segar, Balikpapan yang kini menjadi beranda Ibu Kota Nusantara (IKN) juga kebanjiran fasilitas digitalisasi dari kementerian. 

Tidak tanggung-tanggung, total ada 1.269 unit perangkat digital pembelajaran yang mendarat ke sekolah-sekolah di Balikpapan.

Fasilitas tersebut meliputi 423 unit papan interaktif (interactive display), 423 unit laptop, serta 423 unit hard disk eksternal. Plus, jatah revitalisasi gedung satuan pendidikan sebanyak 10 paket untuk periode 2025–2026.

"Kami berharap kunjungan Pak Menteri semakin memperkuat kolaborasi pusat dan daerah, terutama dalam percepatan digitalisasi pembelajaran," tambah Wali Kota.

Dalam kesempatan itu, Rahmad juga memanfaatkan panggung untuk memaparkan komitmen nyata APBD Balikpapan dalam membenahi infrastruktur pendidikan. 

Rahmad mengemukakan, bahwa sejak tahun 2022 hingga 2026, Pemkot Balikpapan tercatat sangat agresif membangun fasilitas belajar baru.

BACA JUGA:

Tak Lolos Negeri? 15 Sekolah Swasta di Balikpapan Gratis Semua - ibukotakini.com

Rapor pembangunan fisik pendidikan Balikpapan dalam empat tahun terakhir meliputi 6 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP) Baru, 1 Sekolah Dasar (SD) Baru, dan 1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Baru, serta 497 paket revitalisasi dan rehabilitasi sekolah.

Gebrakan fisik ini juga dikunci dengan kebijakan sosial penunjang, seperti pembagian seragam gratis bagi siswa PAUD, SD, hingga SMP, serta peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang inklusif dengan merangkul sekolah swasta.

Sinergi SPMB inklusif inilah yang baru-baru ini membawa Balikpapan sukses menyabet penghargaan di tingkat nasional.

"Kami tentu berharap kunjungan Pak Mendikdasmen ke Balikpapan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pusat dan daerah. Terutama dalam percepatan digitalisasi pembelajaran serta pemenuhan sarana dan prasarana, agar kualitas pendidikan di Balikpapan semakin maju dan berdaya saing," tutup Rahmad. ***