Hari Aksara Internasional, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud Pastikan Fasilitas Merata di Semua Lembaga Pendidikan
Balikpapan

Wali Kota Pastikan Fasilitas Merata di Semua Lembaga Pendidikan

  • Hari Aksara Internasional, Rahmad Pastikan Fasilitas Merata di Semua Lembaga Pendidikan
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Memperingati Hari Aksara Internasional, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud mengharapkan kemajuan bagi dunia pendidikan, untuk anak-anak generasi penerus bangsa. Di mana pendidikan penting di seluruh lini.

Ini juga sesuai visi dan misi Pemerintah Kota Balikpapan, yang menjadikan pendidikan salah satu program prioritas. Ia pun berterimakasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang memfasilitasi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Balikpapan. 

"Fasilitas yang setara dengan sekolah-sekolah negeri di Kota Balikpapan. Sehingga tidak ada unsur pembedaan. Fasilitas yang diberikan di sekolah negeri juga diberikan di lembaga tersebut," urai Rahmad (2/10/2025). 

Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya memberikan fasilitas yang setara untuk lembaga pendidikan. Misalnya dengan bantuan seragam ataupun laptop untuk sekolah.

Wali Kota Pastikan Fasilitas Merata di Semua Lembaga Pendidikan

Selain itu hal yang tak kalah penting menurutnya adalah bagaimana ke depannya guru maupun tenaga pengajar di tiap lembaga memiliki pendidikan yang layak. 

Mulai dari SKB, PKBM, hingga sekolah negeri yang ada di kota Balikpapan atau di bawah naungan Pemerintah Kota Balikpapan, mesti memiliki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. 

"Maka akan kami berikan pendidikan layak demi perbaikan kualitas SDM tenaga pengajar ini agar jadi lebih baik," ujar Rahmad. 

Ia menegaskan, kualitas SDM tenaga pengajar ini yang jadi harapan agar Indonesia Emas 2045 bisa tercapai. Di samping itu, pengawasan untuk anak-anak bangsa ini juga mesti terus ditingkatkan. Ini membutuhkan peran semua pihak. Pasalnya media sosial memiliki dampak sangat besar, tidak hanya positif tapi juga negatif. 

"Kalau kita tidak mengawasi anak-anak kita, mereka bisa menyalahgunakan informasi. Termasuk anak-anak nganterin dikasih pemahaman radikal," pungkasnya. ***