
Warga Kaltim Paling Banyak Kerja di Sektor Apa?
- Tambang Bukan Nomor Satu
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Kalimantan Timur dikenal sebagai salah satu daerah kaya sumber daya alam di Indonesia. Industri batu bara dan minyak serta gas bumi (migas) menjadi bagian penting dari perekonomian daerah.
Sejumlah perusahaan besar beroperasi di Benua Etam, mulai dari PT Bayan Resources Tbk, PT Kaltim Prima Coal, PT Kideco Jaya Agung, hingga perusahaan migas seperti Pertamina, ENI, Medco Energi, dan Badak LNG.
Tapi, pernah kepikiran enggak, sebenarnya warga Kalimantan Timur paling banyak bekerja di sektor apa? Apakah pertambangan yang selama ini identik dengan Kaltim benar-benar menjadi penyerap tenaga kerja terbesar?
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur menunjukkan jawabannya cukup menarik. Sektor perdagangan justru menjadi lapangan pekerjaan utama bagi warga Kaltim, mengungguli pertanian hingga pertambangan.
BACA JUGA:
Kaltim Masuk Lima Besar PMDN, Investasi Indonesia Tembus Rp1.539 Triliun - ibukotakini.com
Berdasarkan data terbaru yang dipublikasikan BPS, sebanyak 375.137 orang bekerja di sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor. Jumlah tersebut setara dengan 19,05 persen dari total penduduk bekerja di Kaltim.
Angka itu tercatat dalam publikasi BPS Kaltim mengenai jumlah penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan utama pada Agustus 2024 dan Agustus 2025.
Tambang Bukan Nomor Satu, Ini Sektor yang Paling Banyak Menyerap Pekerja
Kalau melihat aktivitas ekonomi Kaltim yang lekat dengan batu bara dan migas, sektor pertambangan memang punya peran besar. Namun, dalam urusan jumlah orang yang bekerja, sektor ini bukan yang berada di posisi teratas.
Berikut lima sektor dengan jumlah pekerja terbanyak di Kalimantan Timur berdasarkan data BPS Agustus 2025.
- Perdagangan besar dan eceran: 375.137 orang atau 19,05 persen.
- Pertanian, kehutanan, dan perikanan: 352.953 orang atau 17,92 persen.
- Pertambangan dan penggalian: 169.202 orang atau 8,59 persen.
- Penyediaan akomodasi dan makan minum: 164.069 orang atau 8,33 persen.
- Industri pengolahan: 140.936 orang atau 7,16 persen.
Data ini memperlihatkan bahwa aktivitas perdagangan menjadi sumber pekerjaan terbesar bagi masyarakat Kaltim. Mulai dari usaha toko, perdagangan eceran, hingga berbagai kegiatan jual beli dan jasa terkait kendaraan, sektor ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja.
BACA JUGA:
Seno Aji Targetkan 50 Persen APBD Kaltim Bersumber dari PAD - ibukotakini.com
Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berada di posisi kedua. Jumlah pekerjanya bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat tenaga kerja di sektor pertambangan dan penggalian.
Pekerja Tambang Kaltim 169 Ribu Orang
Pada Agustus 2025, sektor pertambangan dan penggalian menyerap 169.202 pekerja atau 8,59 persen dari total penduduk bekerja di Kaltim.
Jumlah tersebut naik tipis dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 168.391 orang atau 8,52 persen.
Artinya, terdapat penambahan 811 pekerja dalam setahun. Porsi pekerja pertambangan terhadap total tenaga kerja juga meningkat 0,07 poin persentase.
BACA JUGA:
Investor Makassar Mau Tanam Rp30 Triliun di KEK MBTK - ibukotakini.com
Meski begitu, jumlah pekerja di sektor pertambangan masih terpaut jauh dari perdagangan. Selisihnya mencapai 205.935 orang.
Gambaran ini menunjukkan bahwa besarnya industri pertambangan di Kaltim tidak otomatis membuat sektor tersebut menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Aktivitas perdagangan dan sektor lainnya tetap menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat.
Pertanian Masih Jadi Tumpuan Ratusan Ribu Warga
Selain perdagangan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga menjadi penopang lapangan kerja di Kaltim.
BPS mencatat sebanyak 352.953 orang bekerja di sektor tersebut pada Agustus 2025. Jumlahnya sedikit meningkat dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 352.381 orang.
BACA JUGA:
AHY Minta ITK Jadi Pusat Inovasi Teknologi di Kalimantan, Ini Alasannya - ibukotakini.com
Namun, persentase pekerjanya turun dari 17,83 persen menjadi 17,92 persen? Data BPS justru menunjukkan porsi sektor ini turun tipis dari 17,83 persen pada 2024 menjadi 17,92 persen pada 2025?
Koreksi berdasarkan tabel BPS: persentasenya turun dari 17,83 persen menjadi 17,92 persen bukanlah penurunan, melainkan kenaikan sebesar 0,09 poin persentase. Dengan demikian, porsi pekerja sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan justru meningkat.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa lapangan kerja di Kaltim tidak hanya bertumpu pada industri ekstraktif. Sektor yang berkaitan dengan produksi pangan, hasil hutan, dan perikanan juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Sektor Mana yang Pekerjanya Bertambah?
Jika dibandingkan dengan Agustus 2024, beberapa sektor mencatat kenaikan jumlah pekerja pada Agustus 2025.
BACA JUGA:
RKAB 2026 Baru Disetujui, Perusahaan Batu Bara di Bunyu Ini Nambang Lagi - ibukotakini.com
Sektor industri pengolahan bertambah dari 138.773 menjadi 140.936 pekerja. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum naik dari 163.467 menjadi 164.069 orang.
Kenaikan juga terjadi pada sektor aktivitas keuangan dan asuransi, dari 21.604 menjadi 27.422 pekerja. Sektor pendidikan meningkat dari 118.148 menjadi 120.130 orang, sedangkan aktivitas kesehatan manusia dan sosial bertambah dari 40.837 menjadi 49.495 pekerja.
Di sisi lain, beberapa sektor mengalami penurunan jumlah pekerja. Perdagangan turun dari 383.988 menjadi 375.137 orang. Konstruksi berkurang dari 147.736 menjadi 140.113 orang, sementara pengangkutan dan pergudangan turun dari 126.036 menjadi 118.482 orang.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bekerja di Kaltim tercatat sebanyak 1.969.739 orang pada Agustus 2025. Angka tersebut turun dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 1.976.447 orang.
BACA JUGA:
Perusahaan Ini Buka Lebih dari 1.000 Lapangan Kerja hingga 2028 - ibukotakini.com
Artinya, jumlah penduduk bekerja berkurang 6.708 orang dalam setahun.
Jadi, meski identik dengan batu bara dan migas, lapangan pekerjaan terbesar warga Kalimantan Timur ternyata berada di sektor perdagangan, disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan. Data BPS ini memberi gambaran bahwa ekonomi Kaltim punya wajah yang lebih beragam daripada sekadar industri tambang.***
