Wawali Balikpapan Bagus Susetyo ajak Panen Air Hujan Atasi Banjir
Balikpapan

Wawali Balikpapan ajak Panen Air Hujan Atasi Banjir

  • Solusi ini tengah disiapkan secara bertahap sebagai bagian dari strategi jangka menengah Pemkot dalam mengatasi persoalan banjir.
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan mulai mendorong pemanfaatan tangki tanah atau penampungan air hujan bawah tanah sebagai salah satu cara untuk mengurangi genangan, terutama di kawasan yang rawan banjir.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa solusi ini tengah disiapkan secara bertahap sebagai bagian dari strategi jangka menengah Pemkot dalam mengatasi persoalan banjir.

“Kita akan tampung sebagian air hujan di tangki bawah tanah. Istilahnya kita panen air hujan. Ini akan kita mulai di beberapa tempat,” ucap Bagus, Minggu 22 Juni 2025.

Menurutnya, sistem ini memungkinkan air hujan tidak langsung mengalir ke saluran atau ke permukaan, tapi ditampung dulu di dalam tanah, lalu dilepaskan perlahan agar tidak membebani drainase.

“Air hujan tidak harus semuanya lari ke permukaan. Kalau bisa ditampung dulu, saluran kita tidak akan langsung kewalahan,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Pemprov Kaltim Turun Tangan Bantu Atasi Banjir di Balikpapan - ibukotakini.com

Tangki tanah ini disebut cocok diterapkan di sekolah, taman kota, atau fasilitas umum yang memiliki cukup ruang teknis. Selain membantu mencegah genangan, air yang tertampung juga bisa berfungsi untuk konservasi.

Langkah ini makin relevan setelah banjir kembali melanda Kota Balikpapan pada Kamis (19/6). Hujan yang turun memang tidak deras, tapi berlangsung cukup lama.

Ditambah lagi, air laut sedang pasang hingga 1,7 meter. Kombinasi ini menyebabkan banyak aliran air tersendat.

“Itu yang menyebabkan beberapa lokasi tergenang. Air dari atas turun, tapi ke laut tertahan karena pasang,” jelas Bagus.

Berdasarkan data dari BPBD Balikpapan, ada 24 ruas jalan utama dan 7 kawasan permukiman yang terdampak banjir. Salah satunya adalah SMPN 14 di kawasan Ring Road, Balikpapan Selatan.

Bagus pun turun langsung ke sekolah itu. Ia memastikan bahwa aktivitas belajar-mengajar di SMPN 14 sudah kembali normal.

BACA JUGA:

Pemkot Balikpapan Susun Dokumen Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang - ibukotakini.com

“Alhamdulillah sudah normal. Memang kemarin curah hujan cukup tinggi dan saluran belum bisa menampung air. Tapi dalam waktu dua jam air sudah surut. Artinya ini hanya insidental,” tandasnya.

Namun ia tetap menyoroti kondisi saluran air di lokasi sekolah tersebut yang dinilai masih kurang memadai.

“Saluran induknya kecil. Meskipun tidak banjir besar, tetap harus diantisipasi. Kita juga sudah revitalisasi beberapa saluran di kota,” ujarnya.

Bagus juga mengatakan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Warga untuk aktif kembali dalam kegiatan kerja bakti dan tidak membuang sampah ke saluran air.

“Pemerintah hadir lewat revitalisasi dan teknologi. Tapi masyarakat juga harus ikut menjaga. Jangan sampai saluran mampet oleh sampah rumah tangga,” tutupnya. (Adv)