
Wawali Balikpapan Sidak Bedah Rumah, 100 Warga Terima BSPS Tahun Ini
- Program ini upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang masih memiliki rumah kurang layak
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap program Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) di RT 42 Selili, Kelurahan Manggar.
Peninjauan dilakukan pada Kamis, (20/8) untuk melihat langsung progres renovasi rumah dan memastikan bantuan pemerintah dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Dalam peninjauan tersebut, Bagus melihat kondisi salah satu rumah warga yang menjadi penerima program bedah rumah. Untuk informasi, tahun ini, Pemerintah Kota Balikpapan memberikan bantuan BSPS kepada 100 unit rumah masyarakat.
"Tahun ini ada 100 unit yang kita berikan bantuan. Khususnya renovasi Aladin, kita merenovasi atap, lantai, dan dinding," kata Bagus saat melakukan peninjauan (20/8/2026).
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang masih memiliki rumah kurang layak.
Pelaksanaannya juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kota Balikpapan, aparat wilayah, dan masyarakat.
BACA JUGA:
Empat Anak Muda Disebut Berpotensi Jadi Calon Wali Kota Balikpapan 2029 - ibukotakini.com
Di mana setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta. Bantuan tersebut terdiri dari sekitar Rp27 juta dalam bentuk material dan Rp3 juta untuk upah.
Namun, penerima bantuan juga tetap membutuhkan swadaya dalam proses renovasi. Swadaya dapat dilakukan melalui tenaga maupun tambahan kebutuhan pembangunan yang diperlukan agar rumah dapat diselesaikan.
"Karena ini sinergi dengan warga, jadi Rp3 juta itu diberikan oleh pemilik rumah untuk bisa bekerja. Kebetulan juga tukang sehingga sangat membantu," ujarnya.
Ia memperkirakan, renovasi satu rumah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Namun, prosesnya dapat menyesuaikan dengan kemampuan penerima dalam memenuhi kebutuhan tambahan di luar bantuan pemerintah.
BACA JUGA:
Pelaksanaan bedah rumah tidak hanya mengejar penyelesaian fisik bangunan, tetapi memastikan rumah memenuhi standar kelayakan dan kesehatan.
"Kalau bisa rumah ini benar-benar layak. Ada jendela, ada sinar yang masuk, karena itu menjadi salah satu aspek kesehatan. Tidak ada nyamuk, udaranya juga tidak pengap, ada sirkulasi udara," jelasnya.
Dalam pelaksanaan program, aparat setempat seperti RT, lurah, dan camat turut melakukan pemantauan terhadap perkembangan renovasi rumah penerima bantuan.
Bagus berharap program tersebut dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Bantuan perumahan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki hunian yang lebih layak dan sehat.
"Ini bentuk kepedulian pemerintah, juga warga semuanya untuk bisa mendapatkan program-program pemerintah yang positif," pungkasnya. ***
