
WFA ASN Berlaku, Sekolah Balikpapan Tetap Tatap Muka
- Untuk saat ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh sekolah di Balikpapan tetap berjalan normal
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mulai bergulir per 1 April 2026 tidak serta-merta berlaku di semua sektor.
Di Balikpapan, dunia pendidikan justru mengambil jalur berbeda: tetap bertahan dengan pembelajaran tatap muka penuh.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memilih tidak tergesa mengikuti skema kerja fleksibel tersebut.
Alasannya sederhana tapi krusial, yakni belum adanya Petunjuk Teknis (Juknis) resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/dishub-balikpapan-resmi-tutup-u-turn-simpang-agung-tunggal
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan bahwa sistem kerja di sekolah tidak bisa disamakan dengan perkantoran.
Kegiatan belajar mengajar memiliki karakter yang bergantung pada interaksi langsung antara guru dan siswa.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Sistem kerja di sekolah berbeda dengan perkantoran, sehingga perlu pertimbangan matang,” terangnya, Senin (6/4/2026).
Keputusan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa sektor pendidikan memiliki batas adaptasi tersendiri terhadap kebijakan efisiensi energi berbasis fleksibilitas kerja.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/wali-kota-balikpapan-tagih-lahan-rth-eks-puskib-tolak-mal
Jika dipaksakan tanpa panduan yang jelas, dikhawatirkan justru mengganggu efektivitas pembelajaran.
Untuk saat ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh sekolah di Balikpapan tetap berjalan normal.
Siswa tetap masuk seperti biasa, tanpa skema Work From Home (WFH) maupun WFA.
“Siswa tetap masuk sekolah seperti biasa. Kalau dipaksakan tanpa aturan yang jelas, kami khawatir justru mengganggu proses belajar anak-anak,” lanjutnya.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/penurunan-pengangguran-balikpapan-hingga-5-84-persen
Di balik sikap menahan diri tersebut, Disdikbud Balikpapan sebenarnya tidak menutup pintu terhadap perubahan.
Kajian internal tengah dilakukan untuk memetakan berbagai kemungkinan jika kebijakan WFA nantinya benar-benar diterapkan di sektor pendidikan.
"Kajian ini mencakup kesiapan infrastruktur digital, kapasitas guru dalam pembelajaran jarak jauh, hingga potensi dampak terhadap capaian akademik siswa," tukasnya.
Artinya, adaptasi tetap disiapkan, namun dengan pendekatan yang terukur.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Balikpapan. Sejumlah daerah lain juga mengambil langkah serupa dengan menunggu kejelasan regulasi dari pemerintah pusat sebelum mengubah sistem pembelajaran di sekolah. (Adv Diskominfo Balikpapan)
