Pemerintah Kota Balikpapan berikan penghargaan kepada SPPG di Balikpapan
Balikpapan

Wujudkan Generasi Sehat dan Hebat, Pemkot Balikpapan Gempur Stunting

  • Dinkes Balikpapan memberikan penghargaan kepada kelurahan dan puskesmas yang berhasil mencapai target kunjungan posyandu secara maksimal
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 momentum penting bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan memperkuat komitmen membangun generasi sehat dan bebas stunting. Mengusung tema “Generasi Sehat Indonesia Hebat”, Dinkes menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiati mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Balikpapan masih berada di kisaran 24,8 persen. Untuk menurunkan angka tersebut, pihaknya terus menggencarkan berbagai program intervensi gizi berbasis masyarakat.

“Melalui program Gempur Stunting, kita dorong kunjungan posyandu hingga 100 persen. Dengan begitu, bayi, balita, dan ibu hamil bisa mendapatkan pemeriksaan dan intervensi gizi secara rutin,” ungkap Alwiati saat ditemui usai upacara peringatan HKN di Balai Kota Balikpapan, Rabu (12/11/2025).

Bentuk apresiasi, Dinkes Balikpapan memberikan penghargaan kepada kelurahan dan puskesmas yang berhasil mencapai target kunjungan posyandu secara maksimal. Langkah ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan dasar di tingkat masyarakat.

“Apresiasi ini bukan hanya penghargaan, tapi dorongan agar semangat pelayanan semakin tumbuh di setiap lini,” jelasnya.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/hari-kesehatan-ke-61-generasi-sehat-masa-depan-hebat

Selain fokus menekan stunting, Dinkes juga memperkuat upaya pengendalian penyakit menular, khususnya tuberkulosis paru (TBC) yang masih menjadi perhatian nasional.

“Kita terus memperluas deteksi dini dan pengobatan TBC di seluruh puskesmas. Harapannya, kasus penyakit menular dan tidak menular bisa menurun signifikan dalam beberapa tahun ke depan,” terang Alwiati.

Upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Balikpapan juga disinergikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak sekolah. Program ini tidak hanya memastikan asupan gizi seimbang, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang dalam pencegahan stunting sejak dini.

“Kita ingin memastikan anak-anak di Balikpapan tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Program MBG menjadi bagian dari komitmen besar itu,” ujarnya.

Momentum HKN ke-61 ini, lanjut Alwiati, menjadi pengingat bahwa membangun kesehatan masyarakat tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan keterlibatan aktif berbagai pihak mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat. 

“Kita ingin generasi yang tumbuh di Balikpapan menjadi generasi sehat, kuat, dan berdaya saing. Itulah semangat utama dari HKN tahun ini,” pungkasnya. ***