Kandidat kuat Wali Kota New York, Zohran Mamdani. (@zohrankmamdani)
Tren

Zohran Mamdani: Sosialis Muda yang Guncang Politik New York

  • Ditentang karena mendukung Palestina
Tren
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Nama Zohran Mamdani kini menjadi sorotan dalam kancah politik Amerika, khususnya di New York City. 

Politikus muda berusia 33 tahun ini sukses mengejutkan publik setelah unggul dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk jabatan wali kota, menyingkirkan tokoh senior seperti mantan Gubernur Andrew Cuomo.

Mamdani dikenal sebagai sosok progresif dan anggota aktif Democratic Socialists of America. Ia membawa platform kampanye yang ‘radikal’ namun relevan dengan kebutuhan masyarakat urban: transportasi bus gratis, pendidikan prasekolah universal, pembekuan sewa, hingga toko bahan pokok milik kota. 

Salah satu prestasinya yang menonjol adalah perjuangannya dalam restrukturisasi utang sopir taksi, yang menghasilkan penghapusan utang lebih dari 450 juta dolar AS.

BACA JUGA: 

Zohran Mamdani, Muslim Pertama Kandidat Kuat Wali Kota New York - ibukotakini.com

Tak hanya itu, Mamdani menjadi simbol politik generasi baru. Dengan latar belakang keluarga imigran Uganda-India—ia merupakan putra sutradara ternama Mira Nair—Mamdani menggunakan pendekatan kampanye berbasis komunitas dan budaya. 

Ia sempat mengunjungi 135 masjid dalam sepekan serta menggunakan bahasa Arab, Urdu, dan Bengali untuk menjangkau pemilih Muslim di kota itu.

Kehadirannya di media sosial juga turut memperkuat citranya. Mamdani tak ragu tampil dengan gaya “cringe tapi autentik” melalui video satir dan humor lokal, yang membuatnya viral di TikTok dan Instagram.

BACA JUGA:

Kilang Balikpapan Naik Level, KPB Menuju Operasi Penuh 2025 - ibukotakini.com

Dibalik popularitasnya, Mamdani juga menghadapi tantangan. Sikap vokalnya terhadap isu Palestina dan Israel sempat menuai kritik keras dari kelompok tertentu. Namun, ia tetap teguh pada prinsip hak asasi manusia dan keadilan global.

Dengan dukungan akar rumput yang solid—lebih dari 10.000 relawan yang berkampanye secara door to door—Mamdani kini berada di jalur kuat menuju Balai Kota. 

Jika menang dalam pemilu utama nanti, ia akan mencatat sejarah sebagai wali kota Muslim pertama di New York City, sekaligus simbol perubahan arah politik di salah satu kota paling berpengaruh di dunia. ***