Diserang Hama, Produksi Palawaija Turun

Ferry - Jumat, 22 Oktober 2021 21:24 WIB
Palawija yang ditanam dengan metode hidroponik

IBUKOTAKINI.COM – Akibat diserang hama dan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Produksi palawija di Kota Balikpapan mengalami penurunan. Dampaknya turunnya produksi menyebabkan harga pun mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Heria Prisni mengungkapkan salah satu penyebab penurunan adalah tanaman terserang hama.

“Tanaman palawija kita memang menurun sih prduksinya karena banyak juga hama penyakitnya.” Jelas Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Heria Prisni, usai menghadiri Gerakan Serantak Tanam Sayur, di Kantor PKK Balikpapan, Jumat (22/10/2021)

Dengan diserangnya hama, maka petani harus kerja ekstra untuk memelihara karena hujan lebat. “Petani itu setelah hujan itu harus menyiram lagi,” katanya.

Setelah hujan reda para petani harus kembali menyemprot tanaman yang dipenuhi tanah akibat hujan. Karena jika tidak segera dibersihkan akan merusak tanaman.

“Karena kalau tidak disiram tanah yang naik keatas melengket di daunnya itu kalau dia tidak bersihkan akan busuk lagi. Jadi mereka ekstra lagi tenaganya. Jadi setiap hujan lebat mereka harus siram,” ujarnya

Kendati begitu lanjutnya, produksi palawija tidak terlalu besar. Dia tidak hapal jumlahnya. Namun produksi pertanian tertinggi di Balikpapan justru sayuran dan buah-buahan.

“Palawija itu jagung dan padi, Kalau jagung memang kita tidak terlalu banyak. Kita lebih khusus holtikultura, sayuran dan buah-buahan,” tandasnya.

“Turunnya gak sampai 10 persen karena kita tidak hujan terus menerus, ada pansanya kan.”

Kata dia, tak ada petani yang sampai gagal panen akibat cuaca ekstrem dan hama. Namun produksi turun mempengaruhi harga di pasaran yang bisa melonjak sewaktu-waktu.

“Gak ada gagal panen. Panen ada tapi produksinya yang menurun. Sehingga imbasnya harga yang sewaktu-waktu mahal,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya mengatakan perlu dimaklumi masyarakat apabila harga mahal. “Kasihan juga petani kalau misalnya panennya 10 ton menjadi 50 ton. Otomatios dia biaya produksinya di hitungnya,” bebernya.

Baca juga: https://ibukotakini.com/read/pkk-inisiasi-gerakan-serentak-menanam-sayur-di-pekarangan

https://ibukotakini.com/read/tips-demfarm-mendatangkan-konsep-farm-to-table-di-rumah-sendiri

Menurutnya, jika harga melonjak tidak akan berlangsung lama. Karena ketika cuaca kembali normal, produksi petani juga akan membaik. Sehingga harga kembali normal.

“Tapi itu biasanya tidak terlalu lama. Kalau cuaca sudah bagus sekali, mendukung produksi mereka stabil harga bisa kembali,” ujarnya

Ia mencontohkan kemarin sempat harga bayam naik, kangkung naik, sawi naik, tapi sebentar saja. “Kasihan juga petani kalau masih harga kemarin kalau produksinya turun,” urainya.

Karenanya untuk mengantisipasi jika harga melonjak, pihaknya sangat mendukung gerakkan menanam sayur di pekarangan rumah yang digagas PPK hari ini.

“Turun tapi masih mencukupi untuk Balikpapan, karena kita sudah mulai menggalakkan seperti menanam di pekarangan di rumah manfaatkan untuk sayuran,” pungkasnya.

Editor: Ferry
Tags BalikpapanPalawijaBagikan

RELATED NEWS