Dubes Rusia Tunggu Koordinasi Soal Kereta Api IKN

Redaksi - Senin, 04 Juli 2022 10:00 WIB
Arsip kunjungan Tim Terpadu dari Jakarta dalam rangka percepatan Pembangunan Kereta Api Borneo (KAB) di Kabupaten PPU, Rabu, (26/6/2019)

IBUKOTAKINI.COM - Duta Besar Federasi Rusia di Jakarta, Lyudmila G. Vorobyova, dilaporkan menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Indonesia.

The Straits Times, Jumat, 1 Juli 2022, menyebutkan, koordinasi lebih lanjut sehubungan tawaran Vladimir Putin, Presiden Rusia kepada Joko Widodo, Presiden Indonesia di Moscow, Kamis, 30 Juni 2022.

Vladimir Putin tawarkan supaya Russian Railways mendukung pembangunan infrastruktur transportasi darat penghubung antar kota dengan Ibu Kota Negara di Kalimantan.

Dikatakan Vladimir Putin, Russian Railways, sudah memiliki reputasi pembangunan transportasi di Moscow, Ibu Kota Negara Rusia, dimana cukup efektif.

Ibukota baru Indonesia, bernama Nusantara, melihat konstruksi dimulai pada Agustus 2022, setelah penundaan karena pandemi.

Pemerintah Indonesia, sebelumnya telah mengundang investor termasuk Abu Dhabi dan Grup Teknologi Foxconn Taiwan untuk membantu membangun ibu kota baru bertenaga energi terbarukan.

Perusahaan energi Rusia juga tertarik untuk datang dan berinvestasi di Indonesia, terutama dalam mengembangkan tenaga nuklir untuk menyediakan listrik, kata Vladimir Putin selama kunjungan Joko Widodo ke Moskow pada hari Kamis, menurut pernyataan kedutaan Rusia.

PERNAH MUNDUR

Nama Russian Railways sempat mencuat di masa kepemimpinan Awang Faroek Ishak menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur. Di masa kepemimpinannya, Awang Faroek berniat mengembangkan jalur rel kereta api untuk sebagai taranportasi pengangkut sumberdaya alam, seperti batu bara dan kelapa sawit.

Saat itu, Russian Railways menjadi investor yang terpilih, mengalahkan pemodal dari China. Russian Railways dan pemerintah kemudian membentuk joint venture dengan nama PT Kereta Api Borneo.

KA Borneo itu nantinya akan melintasi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kabupaten Kutai Barat, juga Kota Balikpapan. Direncanakan proyek jalur KA Borneo itu sepanjang 203 kilometer senilai Rp 53,3 triliun.

Total luas lahan yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan rel mencapai sekitar 140 hektare di Kawasan Industri Buluminung (KIB) di Kecamatan Penajam.

Dari total luas lahan, 70 hektare yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan di Kelurahan Gunung Steleng dan Kelurahan Buluminung telah dibebaskan.

Namun pada Maret 2020, Russian Railways menyampaikan surat pengunduran diri. Sebagai gantinya, PT Kereta Api Borneo tetap berinvestasi dengan rencana bisnis lain.

Editor: Ferry
Tags IKNkereta api IKNBagikan

RELATED NEWS