Gangguan Distribusi Berkepanjangan, KAMMI Kritik Perumdam Samarinda

Redaksi - Kamis, 08 Desember 2022 09:34 WIB
Seorang pekerja memperbaiki pipa milik Perumdam Samarinda di Wilayah Ringroad. Foto: Perumdam Samarinda

IBUKOTAKINI.COM - Gangguan distribusi air bersih tengah melanda sejumlah wilayah Kota Samarinda. Perusahaan Umum Daerah Tirta Kencana menjadi sasaran kritik masyarakat.

Salah satunya datang dari Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kaltimtara. Organisasi mahasiswa ini mengkritik kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Kota Samarinda yang dalam beberapa hari terakhir, tak menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah.

Wilayah yang mengalami mati air seperti Ringroad 1-3, Jalan Abdul Wahab Syahrani dan beberapa daerah lainnya. "Akibatnya, banyak masalah baru muncul, seharusnya Perumdam sadar dengan kondisi ini dengan memperhatikan hal-hal teknis yang menjadi kewajibannya sebagai pemasok air bersih," tulis pernyataan Ketua Pengurus Wilayah KAMMI, Ahmad Imam Syamsuddin, Rabu 7 Desember 2022.

KAMMI menilai fasilitas sumber daya air yang diberikan Perumdam Samarinda masih terbilang jauh dari kata layak. Akibatnya, masih banyak masyarakat Kota Samarinda yang belum menikmati air bersih dan layak pakai.

"Ini dikarenakan wilayah yang dijangkau Perumdam Samarinda sangatlah luas, sehingga perlu adanya dukungan yang jauh lebih besar dari pemerintah dari segi anggaran jika ingin pelayanan air bersih merata," ungkapnya.

Jika masalah ini menjadi berkepanjangan, KAMMI khawatir dapat berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat Kota Tepian. Ia menilai perlunya keseriusan Perumdam dan Pemkot Samarinda dalam menangani masalah air bersih.

"Maka PW KAMMI Kaltimtara mengajak Pemkot Samarinda, Perumdam Samarinda dan DPRD Kota Samarinda untuk memecahkan masalah ini agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih dan layak pakai," ujar Ahmad Imam.

Oleh karena itu, KAMMI Kaltimtara menyatakan menuntut perbaikan pelayanan air bersih dari Perumdam Tirta Kencana Samarinda yang masih kurang maksimal dalam melayani kebutuhan air bersih untuk masyarakat Kota Samarinda yang saat ini masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan layak pakai.

"KAMMI juga menuntut Pemkot Samarinda, Perumdam Tirta Kencana dan DPRD Kota Samarinda serius menangani persoalan ini," jelasnya.

Berikut tiga tuntutan KAMMI

  1. Menuntut Perumdam Tirta Kencana dalam memperbaiki layanan distribusi air bersih kepada masyarakat Kota Samarinda
  2. Mengevaluasi Perumdam Tirta Kencana yang selama ini kurang maksimal dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat kota Samarinda.
  3. Menuntut Pemerintah dan DPRD Kota Samarinda untuk mendengarkan aspirasi dan memperbaiki tata kelola Perumdam Tirta Kencana dalam melayani masyarakat kota Samarinda dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di Kota Samarinda

Selain aktivitas KAMMI, kritik juga dilayangkan warga di akun media sosial Perumdam. Seorang warga mengaku sudah sepekan air tak mengalir. Akibatnya, pelanggan Perumdam itu mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

“Sudah hampir ± 7 hari non-stop air belum kunjung mengalir. Sementara itu untuk kebutuhan sehari-hari memerlukan air,” tulis sebuah akun. Pemilik @delila*** itu mengaku hampir setiap hari mendengar suara warga membeli tangki air dengan mobil bak terbukamaupun tangki PDAM hingga mobil damkar.

“Terdengar silih berganti karena memang PDAM tidak ada mengalir terhitung hingga saat ini, sementara kita semua ga selalu punya air cadangan atau tampungan yang cukup selama periode mati air yang sering tiba tiba mati dan entah kapan pula jadwal mengalirnya,” ia menumphkan eluh kesah.

Dalam unggahan Selasa, 6 Desember 2022, akun Instagram Perumda Tirta Kencana menyebut ⁣⁣⁣perbaikan hampir selesai. “Menginformasikan bahwa pekerjaan perbaikan di lokasi Ringroad 2 telah selesai dan memasuki tahap penormalan aliran. Mohon doa semua berjalan lancar. Terimakasih atas dukungannya.”

Editor: Ferry

RELATED NEWS