Gubernur Kaltim Isran Noor Sebut STS: Sawit Tukar Sabu

Redaksi - Kamis, 24 November 2022 15:00 WIB
Gubernur Kaltim Isran Noor

IBUKOTAKINI.COM- Bukan Isran Noor namanya kalau tak pintar menghidupkan suasana dalam setiap pidatonya. Begitu pula saat peresmian Laboratorium Narkoba BNN RI Daerah Samarinda dan Balai Rehab BNN Kaltim di Kawasan Pusat Rehabilitasi BNN Kaltim Tanah Merah Samarinda.

Gubernur Kalimantan Timur itu mengenalkan istilah STS kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Petrus Rainhard Golose. "Ada istilahnya itu STS, sawit tukar sabu. Nah, kalau mereka pengguna narkoba di kalangan pekerja sawit, paham itu," kata Gubernur Isran Noor.

Mantan bupati Kutai Timur itu mengaku sering mendengar istilah itu karena daerah yang ia pimpin merupakan penghasil sawit terbesar di Kaltim. Meski mengakui pelaku (pengguna) masih terbatas, namun bagi pekerja di perkebunan sawit istilah STS sudah menyebar.

"Jadi kalau mereka tidak punya uang. Ya, rela sabu ditukar sama sawit," ungkapnya.

BACA JUGA:

Isran mengatakan, kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang cukup luas dengan jumlah tenaga kerja sangat banyak, juga diracuni barang haram tersebut.

Ia meminta agar Kalimantan Timur yang memiliki sumber daya alam yang potensial dengan segala peluang usahanya, bisa lepas dari ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Selain kawasan kebun sawit, narkoba juga merebak di areal-areal pertambangan batu bara yang banyak tersebar di kabupaten dan kota di Kaltim.

Walaupun lanjutnya, masih perlu pembuktian oleh aparat penegak hukum, namun indikasi narkoba beredar di kawasan pertambangan batu bara semakin kuat.

"Bukan areal tambangnya maksudnya. Tapi pekerja tambangnya," tegas Isran Noor.

BACA JUGA:

Menurut dia, dugaan itu semakin kuat ketika ada perusahaan yang membuat kebijakan bekerja hanya dua shift per hari atau 12 jam per shift per hari.

"Kalau gak dibooster (pakai narkoba), mana tahan kerja non stop 12 jam per day," ujarnya lagi.

Karenanya, Ketua DPW Partai NasDem Kaltim ini mengingatkan semua pihak dan warga Kaltim bahwa memerangi narkotika dan bahan/obat berbahaya tidak hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat hukum semata.

"Kepedulian dan upaya bersama tetap harus dilakukan dalam memberantas barang haram ini. Pemerintah, polisi, tentara, perusahaan juga masyarakat. Kita bersama-sama, semoga Kaltim jadi Provinsi Bersinar, bersih dari narkoba," pungkasnya. ###

Editor: Ferry

RELATED NEWS