Kerja Sama PLN, DLH Ubah Sampah Organik Jadi Bahan Bakar PLTU

Redaksi - Selasa, 18 Januari 2022 07:36 WIB
PLN Paparkan rencana program pengolahan sampah organik menjadi pelet yang kemudian jadi bahan campuran batu bara sebagai bahan bakar PLTU

IBUKOTAKINI.COM – Untuk mendukung program pemerintah pusat G20. PT PLN Persero berencana kerja sama dengan Pemerintah Kota Balikpapan. Kerja sama itu dalam hal pengolahan sampah organik menjadi bahan campuran batu bara yang nantinya akan dijadikan bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kariangau.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menjelaskan program tersebut juga bertujuan untuk mengurangi sampah di Kota Balikpapan khusus di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar.

“Rencananya September ini sudah dimulai, saat ini tengah disiapkan alat-alatnya oleh pihak PLN, termasuk penempatannya di TPA Manggar sudah kami siapkan lokasinya,” jelas Sudirman Djayaleksana, Selasa (18/1/2022).

Menurut Sudirman, peralatan untuk pengolah sampah nantinya dipersiapkan oleh pihak PLN sehingga investasi peralatan dari stake holder langsung.

“Rencananya mesin dan peralatan pihak PLN yang semua siapkan, tinggal nanti jika berjalan sukses maka akan dihibahkan, saat ini kami lagi saling menghitung pola kerja samanya mereka siapkan alatnya kami yang siapkan sampahnya,” tandasnya.

Baca juga:

Selanjutnya sampah diolah menjadi pelet kemudian akan diambil pihak PLN untuk dijadikan bahan baku untuk PLTU yang ada di Kariangau,” ujar mantan Kadishub Balikpapan ini.

Sebelumnya, rencana PT PLN (Persero) mengolah sampah menjadi bahan bakar campuran (Cofiring) pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) telah disampaikan oleh PLN melalui audiensi dengan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, baru-baru ini.

Otniel Marrung selaku Manager PLN Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Balikpapan menjelaskan bahwa nantinya sampah dikelola menjadi bahan bakar tambahan PLTU. Sebagai awal masih 1 persen dari total bahan bakar PLTU yang digunakan. “Awalnya akan memproduksi 8 ton pelet per hari. Di mana jumlah itu menyerap 20 ton sampah per hari. Adapun sampah yang dikelola adalah organik,” terangnya.

PLN nantinya akan menginvestasikan peralatannya untuk membuat pelet sampah di TPA Manggar. “Kami sudah survei, nanti akan ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Terkait skema kerja samanya nanti akan ditindaklanjuti lagi. Balikpapan menjadi pilot project terkait program pengelolaan sampah menjadi bahan bakar PLTU. “Kami akan komunikasi lagi dengan DLH dan Bappeda sesuai hasil audiensi untuk menindaklanjuti program pengelolaan sampah,” tutup Otniel Marrung.⠀

Editor: Ferry

RELATED NEWS