KPPU Menduga Terjadi Pelanggaran Kasus Minyak Goreng

Redaksi - Rabu, 13 April 2022 10:11 WIB
Minyak goreng yang dijual di ritel modern pada Januari 2022

IBUKOTAKINI.COM - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) merilis perkembangan penyelidikan kasus minyak goreng dalam forum jurnalis yang diselenggarakan secara virtual pada Senin lalu, (11/4) di Jakarta. Dalam forum yang menghadirkan Gopprera Panggabean, Direktur Investigasi KPPU, disampaikan bahwa KPPU secara formal telah mulai melakukan penyelidikan atas kasus minyak goreng melalui nomor register No. 03- 16/DH/KPPU.LID.I/III/2022 tentang Dugaan Pelanggaran UU No. 5 Tahun 1999 (UU 5/99) terkait Produksi dan Pemasaran Minyak Goreng di Indonesia.

Penyelidikan tersebut dimulai sejak tanggal 30 Maret 2022 dan akan dilaksanakan selama 60 (enam puluh) hari ke depan dengan agenda permintaan keterangan para terlapor, saksi, dan ahli serta pemintaan surat dan atau dokumenyang dibutuhkan.

Gopprera Panggabean menjelaskan melalui proses penyelidikan, KPPU menduga telah terjadi berbagaijenis pelanggaran dalam kasus minyak goreng. Yakni dugaan penetapan harga dengan pergerakan harga minyak goreng yang sama, dugaan kartel pengaturan produksi dan pemasaran minyak goreng, dan dugaan pembatasan pasar minyak goreng. Pada minggu pertama penyelidikan (6-8 April 2022), KPPU telah memanggil 9 (sembilan) pihak.

Tujuh pihak tidak memenuhi panggilan penyelidikan, termasuk empat produsen lainnya. Atas ketidakhadiran tersebut, Tim Investigasi KPPU akan mengagendakan pemanggilan kembali untuk melihat apakah penundaan kehadiran tersebut wajar atau terdapat indikasi upaya penghambatan proses penyelidikan.

“Pada proses penyelidikan selanjutnya, Tim Investigasi akan melakukan pemanggilan terhadap 10 (sepuluh)pihak yang terdiriatas perusahaan pengemasan, produsen, dan distributor untuk menggali alat bukti,” jelasnya dalam keterangan resminya yang diterima Rabu (13/4/2022).

Dalam persoalan ini, KPPU meminta para pihak dalam proses penyelidikan untuk kooperatif dalam memenuhi panggilanguna memperlancar proses penegakan hukum, sehingga dapat diselesaikan dan tidak memerlukan perpanjangan masa penyelidikan. Sebagaimana Pasal 41 UU No. 5 Tahun 1999, pelaku usaha dilarang menolak diperiksa, menolak memberikan informasi yang diperlukan dalam penyelidikan dan atau pemeriksaan, atau menghambat proses penyelidikan dan atau pemeriksaan. Jika melanggar, perbuatantersebut dapat diserahkan kepada penyidik untuk dilakukan penyidikan.

Editor: Ferry
Tags minyak gorengkppuBagikan

RELATED NEWS