Neraca Perdagangan Kaltim Surplus USD 5 Miliar

Redaksi - Senin, 23 Mei 2022 20:00 WIB
Ilustrasi Pelabuhan Peti Kemas Kariangau di KKT

IBUKOTAKINI.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat neraca perdagangan daerah ini surplus lebih dari USD 5 miliar sepanjang bulan Januari - Maret 2022.
Berdasarkan data BPS, capaian ini diperoleh Benua Etam sebagai dampak kenaikan seluruh ekspor periode Januari - Maret 2022.

Dari akumulasi yang tercatat, ekspor barang migas naik 8,46 persen, sedangkan peranan ekspor barang non migas mencapai 91,54 persen.

Secara terperinci, nilai ekspor pada Maret 2022 mencapai USD 3,04 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 51,48 persen dibanding dengan ekspor Februari 2022. Sementara bila dibanding Maret 2021 mengalami kenaikan sebesar 102,13 persen.

Nilai ekspor barang migas pada Maret 2022 mencapai USD 266,95 juta, naik 48,54 persen dibanding Februari 2022. Sementara ekspor barang nonmigas pada Maret 2022 mencapai USD 2,77 miliar, naik 51,77 persen dibanding Februari 2022.

Secara kumulatif nilai ekspor Kaltim periode Januari – Maret 2022 mencapai USD 6,13 miliar atau naik 50,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.

Di sisi lain, BPS mencatat nilai impor Maret 2022 mencapai USD 522,34 juta atau naik 61,04 persen dibanding Februari 2022. Sementara bila dibanding Februari 2021 mengalami kenaikan sebesar 160,89 persen.

Impor barang migas pada Maret 2022 mencapai USD 385,30 juta, naik sebesar 91,40 persen dibanding Februari 2022. Sementara impor barang nonmigas mencapai USD 137,04 juta, naik 11,37 persen dibanding bulan sebelumnya.

Secara kumulatif nilai impor Kaltim periode Januari – Maret 2022 mencapai USD 1,05 miliar atau naik sebesar 131,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.

Dari seluruh impor periode Januari - Maret 2022, peranan impor barang migas mencapai 62,26 persen sedangkan peranan impor barang nonmigas mencapai 37,74 persen.

Neraca perdagangan Kaltim pada Maret 2022 surplus sebesar USD 2,52 miliar, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan neraca perdagangan Februari 2022 yang surplus sebesar USD 1,30 miliar. Sedangkan secara kumulatif, neraca perdagangan periode Januari – Maret 2022 surplus sebesar USD 5,08 miliar.

Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Balikpapan Awan Jogyantoro mengatakan, ekspor batu bara dan crude palm oil (CPO) masih yang tertinggi.

“Kalau data kami yang besar itu batu bara, CPO dan turunannya, kemudian mineral juga banyak, karena Kaltim juga terkenal dengan ini, dengan produk sumber daya alam,” ujar Awan Jogyantoro disela-sela ekspor kepiting bakau pada Minggu (22/05/2022).
Dia mengatakan, ekspor di luar produk sumber daya alam (SDA) harus lebih ditingkatkan. Seperti produk UMKM atau produk terobosan lainnya. Sehingga akan memiliki nilai tambah.
“Harapannya kedepannya semakin banyak yang kita ekspor, bukan market yang biasanya (SDA), market terobosan baru, UMKM,” ujarnya

Apalagi lanjutnya, dari Bandara Sepinggan sudah ada fasilitas direct call atau ekspor langsung ke daerah tujuan. Karena biasanya harus transit dulu ke Surabaya, Semarang atau Jakarta.

“Apa keuntungannya (ekpsor) langsung karena kita ekspor binatang hidup yang perama mutu barang ekspor atau animal tadi bisa terjadi, bisa lebih segar smapai eksana, lebih cepat

“Kalau transiot biaya lebih mahal. Dengan langsung biaya lebih murah. Produk-produk kita bisa lebih kompetitif,” ujarnya

Dia menambahkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Dirjen Bea dan Cukai juga mendorong peningkatan ekspor di masing-masing daerah, dengan peran Kadin.

“Kadin diharapkan anggotanya bisa melakukan hal yang sama. Kita punta komitmen dari Bu Menteri, Dirjen Bea Cukai diharapkan bisa meningkat,” ujarnya.

Editor: Ferry

RELATED NEWS