Pandemi, Realisasi Penyaluran KUR di Kaltim Bertumbuh

Ferry - Jumat, 22 Oktober 2021 19:07 WIB
Pandemi, Realisasi Penyaluran KUR di Kaltim Bertumbuh

IBUKOTAKINI.COM – Di masa pandemi covid-19, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Kaltim mengalami peningkatan signifikan. Tercatat hingga Oktober 2021 ini kucuran kredit lunak bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah mencapai Rp3,35 triliun.

Apabila dari data tersebut maka bertambah sekitar Rp400 miliar dibanding penyaluran tahun lalu sebesar Rp 2,91 triliun. Hal ini diungkapkan Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Irene Swa Suryani pada Sosialisasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Samarinda, Jumat (22/10/2021).

“Realisasi KUR di Kaltim tahun 2020 sebesar Rp 2,91 triliun kepada 71.600 debitur,” kata Irene Swa Suryani saat membuka Sosialisasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan hingga akhir Desember tahun ini, jumlah KUR di Kaltim akan terus bertambah. Pemberian KUR ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Secara nasional, target penyaluran KUR tahun lalu mencapai Rp190 triliun dengan realisasi Rp 197 triliun. Sementara target nasional tahun ini sebesar Rp 253 triliun dengan prediksi realisasi kembali di atas 100 persen.

KUR diberikan dalam beberapa skema kredit. Antara lain KUR Super Mikro, KUR Mikro, KUR Kecil dan KUR Khusus.

“Terbanyak masih KUR Mikro. Realisasinya sekitar Rp139 triliun,” ucap Inong, begitu Irene biasa disapa.

Baca juga: https://ibukotakini.com/read/angkasa-pura-i-balikpapan-gelontorkan-dana-rp-515-juta-bagi-pelaku-umkm

Selengkapnya: https://ibukotakini.com/read/terima-bpum-gubernur-pesan-untuk-mengembangkan-usaha

Dia juga menjelaskan, tahun lalu saat pandemi berada di titik tertinggi, ekonomi Indonesia sempat terpukul hingga minus 5 persen. Namun saat ini ekonomi Indonesia sudah kembali bergerak optimis dan positif.

Oleh sebab itu, para pelaku UKM dan masyarakat harus mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional ini dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas dan dimana pun.

“Ekonomi kita sudah bergerak positif, kita harus antisipasi agar tidak terjadi gelombang ketiga. Karena kalau sampai terjadi, ekonomi kita akan sulit lagi,” pesan Inong.

Hingga akhir tahun ini, pemerintah masih memberikan subsidi sebesar 3 persen sehingga debitur hanya membayarkan bunga kredit sebesar 3 persen.

“Subsidi sebesar 3 persen ini akan diberikan sampai akhir tahun. Selanjutnya akan kembali normal,” ujarnya.

Editor: Ferry
Tags KaltimkurBagikan

RELATED NEWS