Home Kabar Ibu Kota Penanganan Karhutla ...

Penanganan Karhutla Harus Masif

vira respati - Senin, 22 Februari 2021 pukul 20.46
Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan kepada Kepala Daerah mengenai pengendalian kebakaran hutan dan lahan 2021 melalui virtual Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan kepada Kepala Daerah mengenai pengendalian kebakaran hutan dan lahan 2021 melalui virtual (sumber: istimewa)

IBUKOTAKINI.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jajaran pemerintah pusat maupun daerah dan seluruh stakeholder untuk melakukan pencegahan dan pengendalian secara intensif terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan arahan kepada Kepala Daerah mengenai pengendalian kebakaran hutan dan lahan 2021 melalui virtual, pada Senin (22/2/2021).

"Prioritaskan upaya pencegahan, jangan terlambat. Manajemen lapangan harus terkonsolidasi dan terorganisasi. Manfaatkan teknologi untuk monitoring. Kita juga harus mencari solusi permanen untuk mencegah dan menangani karhutla. Didukung langkah penegakan hukum yang tegas bagi siapapun pelaku karhutla, di konsesi milik perusahaan maupun masyarakat," tegas Jokowi.

Jokowi mengingatkan Pangdam, Kapolda, Kapolres, Danrem serta Dandim sesuai kesepakatan pada 2016, jika ada kebakaran, membesar dan tidak tertangani dengan baik, maka aturan mainnya tetap sama dan tidak berubah, yaitu dicopot atau diganti.

"Untuk penanganan karhutla di 2021 eksekusi lapangan harus semakin efektif. Karena pada tahun ini Indonesia masih mendapatkan hujan menengah tinggi hingga April. Mei akan jadi fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Kita harus tetap waspada dan jangan lengah. Untuk itu, dimulai dari sekarang, planning disiapkan, organisasinya di cek apakah sudah siap bekerja atau tidak," pesan Jokowi.

Gubernur Isran Noor menegaskan Pemprov Kaltim berkoordinasi dengan kabupaten/kota sudah melakukan persiapan-persiapan terkait pencegahan dan pengendaluan karhutla. Secara intensif juga dilakukan pemantauan dan monitoring di daerah-daerah yang rawan atau memiliki hotspot atau titik-titik api.

"Ada sekitar 2.500 tenaga yang disiapkan dari unsur TNi, Polri, Kehutanan, BPBD dan relawan baik dari Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api didukung dengan peralatan yang cukup untuk mencegah karhutla di daerah," tegas Isran.