Sawit Entaskan Desa Sungai Payang dari Desa Tertinggal

Admin - Senin, 03 Mei 2021 09:56 WIB
Perkebunan kelapa sawit ikut meningkatkan kesejahteraan petani di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

IBUKOTAKINI.COM - Desa Sungai Payang di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kuta Kartanegara, kini semakin sejahtera. Salah satu Desa Tertinggal di Provinsi Kalimantan Timur itu tambah makmur. Indikatornya, dari ratusan penduduk berstatus miskin yang menerima bantuan langsung tunai, tinggal 12 orang saja.   

Hal ini terungkap ketika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengunjungi desa itu, Sabtu (1/5/2021). Saat berada di Desa Sungai Payang Menteri Abdul Halim Iskandar langsung memberikan pujian. "Saya melihat masa depan Indonesia sangat cerah, kalau dilihat dari Desa Sungai Payang ini," buka Menteri Abdul Halim Iskandar mengawali sambutannya.

Pujian itu disampaikan Abdul Halim Iskandar lantaran Desa Sungai Payang yang beberapa tahun sebelumnya merupakan Desa Tertinggal, tahun ini bakal mendapat status baru sebagai Desa Maju. Melihat sukses hebat desa ini, Menteri yang bertanggung jawab dengan urusan pembangunan desa itu meyakinkan bahwa ke depan Desa Sungai Payang akan menjadi Desa Mandiri.
 

Sejumlah sukses Desa Sungai Payang sebelumnya dipaparkan oleh Rusdin, sang kepala desa. Selain keberhasilan mengubah Desa Tertinggal menjadi Desa Maju, juga keberhasilan mereka mengurangi penduduk miskin dari sebelumnya ratusan orang menjadi penerima BLT (bantuan langsung tunai), saat ini tinggal hanya 12 orang penerima.

Sebelumnya desa ini juga memiliki banyak kasus stunting dan gizi buruk. Tapi saat ini, status desa stunting sudah tidak mereka sandang lagi. "Keberhasilan ini tidak lepas dari sukses kami mengelola BUMDes Payang Sejahtera," ungkap Rusdin.

Tahun 2020 lalu saja, omzet badan usaha milik desa itu sudah mencapai Rp7,8 miliar dengan keuntungan bersih sebesar Rp603 juta. Tidak kurang 157 penduduk setempat bekerja di BUMDes Payang Sejahtera. Di antaranya meliputi usaha jasa angkutan sawit dan CPO kerja sama dengan perusahaan sawit. Jasa bus angkutan karyawan, jasa laundry dan house keeping, dan catering karyawan serta jasa angkutan batu palu kerja sama dengan perusahaan tambang batu bara.

"Tahun depan, kami targetkan omzet Rp10 miliar. Kami akan tetap bermitra dengan perusahaan sawit dan tambang batu bara yang ada di sekitar kami," yakin Rusdin.

Tags petani sawitBagikan

RELATED NEWS