Wali Kota Ingin Balikpapan Jadi Role Model Industri

Redaksi - Rabu, 18 Januari 2023 14:00 WIB
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud

IBUKOTAKINI.COM – Berbagai harapan untuk Kota Balikpapan menjadi Kota yang maju dan sejahtera salah satu harapan Wali Kota Balikpapan.

Dan kali ini, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, sebelum terjun ke birokrasi sudah punya mimpi seperti apa Balikpapan 100 tahun ke depan.

“Mimpi saya, kita memiliki letak geografis yang sangat strategis. Berada di jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesi), saya ingin sekali, minimal sama seperti singapura atau bahkan melebihi dari singapura. Pertama (karena) Kaltim kaya akan sumber daya alam yang berdekatan dengan Kota Balikpapan. Singapura tidak punya kelapa sawit tapi dia pengekspor CPO, minyak juga tidak punya, tapi bisa pengekspor,” jelasnya menerima wawancara khusus Program Nusaraya pada akhir pekan lalu.

Menurut Wali Kota, Balikpapan dengan posisi geografis yang sangat strategis bisa menjadi role model kawasan industri di wilayah Kalimantan Timur.

“Itu yang menjadi cita cita saya. Insyaallah akan terwujud,” ucapnya.

BACA JUGA:

Sementara itu, terkait komitmen mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Wali Kota menyebut Balikpapan paling berkomitmen dalam mendukung dan mensukseskan pemindahan ibu kota negara di Kalimantan Timur.

“Kita berkomitmen mendukung dan mensukseskan pemindahan ibu kota negara demi mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NKRI,” kata Wali Kota Rahmad Mas’ud di Rumah Dinas Wali Kota.

Meski begitu, Wali Kota berharap Otoritas IKN bersinergi dengan para kepala daerah yang berada di kawasan penyangga IKN.

“Karena suksesnya IKN juga bergantung dari daerah sekitarnya. Terutama Balikpapan,” ujarnya.

Wali Kota mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah yang memiliki peraturan-peraturan dan hukum yang diatur dalam konstitusi.

“Contohnya, Balikpapan ini punya regulasi yang menetapkan kawasan lindung lebih besar dibandingkan kawasan budidaya sebagai komitmen kami menjaga lingkungan. Perbandingannya 52 persen untuk kawasan lindung dan 48 persen untuk budidaya. Jangan sampai aturan yang dikeluarkan nanti berbenturan,” imbuh Wali Kota.

“Itu harapan kami. Pemerintah pusat mampu berkomunikasi dengan daerah-daerah yang ada di sekitar IKN. Yang diharapkan bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat Kalimantan Timur dan pemangku kebijakan,” tutup Rahmad Mas’ud. ###

Editor: Ferry

RELATED NEWS