Ketua Bidang Organisasi DPN Apindo, Anthony Hilman.
Ekbis

APINDO: Hilirisasi dan UMKM Kunci Transformasi Ekonomi Kaltim

  • Beberkan Tiga Kunci Keluar dari Krisis
Ekbis
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM – Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menegaskan bahwa Kalimantan Timur harus bersiap menjadi penggerak utama transformasi ekonomi nasional. 

Tiga intervensi strategis disoroti sebagai kunci membangun ekonomi daerah yang inklusif, kompetitif, dan tahan banting.

Dalam Rapat Kerja Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) APINDO Kaltim 2025 yang digelar di Balikpapan, Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO Anthony Hilman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan ekosistem pembangunan yang menyeluruh. 

BACA JUGA: 

APINDO Kaltim: Imbauan Gubernur Soal KTA Dinilai Tak Cukup, Perlu Perda!

Ia menyoroti tiga fokus utama sebagai pijakan kebijakan daerah menuju transformasi ekonomi regional.

1. Hilirisasi Jadi Strategi Utama

“Hilirisasi sumber daya lokal seperti batu bara, kelapa sawit, hasil bumi dan laut harus menjadi strategi utama, bukan lagi pilihan,” ujar Anthony. 

Ia menegaskan bahwa Kalimantan Timur harus meninggalkan peran sebagai sekadar eksportir komoditas, dan bertransformasi menjadi value creator melalui pembangunan kawasan pengolahan dan industri berbasis potensi lokal.

Menurutnya, hilirisasi harus disertai kepastian integrasi ke pasar regional dan intensifikasi pengolahan bernilai tambah. “Pembangunan kawasan industri tidak cukup hanya membuka lahan. Ekosistem yang efisien adalah kunci masuknya investasi,” tegasnya.

2. UMKM Harus Jadi Bagian Rantai Pasok

Fokus kedua adalah mendorong pertumbuhan inklusif UMKM. Anthony menilai, dunia usaha besar harus membuka ruang bagi pelaku UMKM dalam rantai pasok industri.

BACA JUGA:

Apindo Kaltim Siap Gelar Rakerkonprov 2025

“Kita butuh model inklusif. UMKM tidak cukup hanya bertahan, mereka harus berkembang. Caranya lewat program local sorting, pembinaan berstandar industri, serta integrasi dengan platform digital,” paparnya.

Ia juga mendorong peran aktif pemerintah daerah untuk mendukung UMKM lewat skema pembiayaan yang signifikan dan insentif berbasis kinerja.

3. Kawasan Industri Masa Depan

Fokus strategis ketiga, lanjutnya, adalah pengembangan kawasan industri yang future ready. Kawasan industri di Kaltim harus dirancang terhubung langsung dengan pelabuhan, infrastruktur logistik, dan akses ke energi bersih.

“Industri masa depan adalah industri yang ramah lingkungan, efisien secara logistik, dan mampu bersaing di pasar regional maupun global,” katanya.

Human Capital dan Transformasi Organisasi

Tak kalah penting, Anthony juga menyoroti pentingnya pengembangan human capital. Dunia usaha, katanya, sangat membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan memiliki visi ke depan.

“Training yang link and match dengan kebutuhan industri serta pemagangan formal harus jadi prioritas bersama. Tapi semua ini hanya akan berhasil jika didukung oleh kebijakan yang konsisten dan kolaboratif,” tegasnya.

BACA JUGA:

Apindo Kaltim Bertemu Baintelkam Polri, Ini yang Dibicarakan

Ia pun mengingatkan bahwa pembangunan tanpa pelibatan sektor swasta bagaikan “menelusuri labirin tanpa pemandu”.

Sebagai Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO, Anthony menyampaikan bahwa transformasi organisasi juga mutlak diperlukan. APINDO, ujarnya, harus menjadi rumah besar yang tidak hanya menaungi pengusaha besar dan menengah, tapi juga merangkul UMKM, pengusaha milenial, dan startup lokal.

“Kami percaya, pertumbuhan tanpa pemerataan hanyalah fatamorgana. Dan pembangunan tanpa keterlibatan dunia usaha tidak akan menemukan arah,” pungkas Anthony Hilman. ***