Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud
Balikpapan

Bansos Tepat Sasaran, Wali Kota Balikpapan Ajak RT Aktif Update Data

  • Sosialisasi digitalisasi perlindungan sosial akan dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026 di Balikpapan Sport Convention Center yang mengundang sejumlah RT
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan terus mempercepat implementasi digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) untuk memastikan seluruh bantuan sosial dan program kesejahteraan masyarakat tersalurkan secara tepat sasaran. 

Dalam program ini, ketua rukun tetangga (RT) menjadi garda terdepan dalam proses pendataan dan verifikasi warga penerima bantuan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan keberhasilan digitalisasi Perlinsos sangat bergantung pada akurasi data yang dihimpun dari tingkat lingkungan. 

Karena itu, seluruh ketua RT diminta aktif melakukan pendataan serta memperbarui informasi masyarakat di wilayah masing-masing.

“Program Perlinsos ini juga menjadi sarana untuk mensosialisasikan digitalisasi perlindungan sosial kepada para ketua RT. Kami meminta seluruh RT mendata warga yang menerima bantuan sosial di lingkungannya agar pemerintah memiliki data yang benar-benar akurat,” ungkap Rahmad Mas’ud usai memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).

BACA JUGA:

Balikpapan Jadi Percontohan Digitalisasi Bansos, Siapkan 365 Agen Perlinsos - ibukotakini.com

Menurut Rahmad, digitalisasi Perlinsos yang disosialisasikan melalui Dinas Sosial Kota Balikpapan bertujuan membangun basis data masyarakat yang terintegrasi dan selalu diperbarui. 

Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat memetakan kondisi sosial ekonomi warga secara lebih detail sebagai dasar penyusunan kebijakan dan penyaluran bantuan.

Melalui sistem digital yang terus diperbarui dan diverifikasi, pihaknya berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Nanti akan terlihat dari data yang ada apakah masih terdapat warga yang secara ekonomi sudah mampu tetapi masih menerima bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Dengan data riil seperti itu, evaluasi bisa dilakukan secara objektif,” katanya.

BACA JUGA:

Digitalisasi Bansos Mulai Juni 2026, Pemerintah Perluas Uji Coba ke 42 Daerah - ibukotakini.com

Rahmad menilai posisi RT sangat strategis karena menjadi pihak yang paling memahami kondisi masyarakat di lingkungannya. Karena itu, peran RT tidak hanya sebatas melakukan pendataan, tetapi juga menyampaikan berbagai informasi terkait program perlindungan sosial kepada warga.

Apalagi pemerintah telah memberikan dukungan operasional (DO) kepada para ketua RT untuk membantu pelaksanaan program-program pemerintah di tingkat lingkungan.

“Ketua RT sudah diberikan dukungan operasional oleh pemerintah untuk membantu pelaksanaan program-program pemerintah. Karena itu kami berharap mereka proaktif dalam mendata warga dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Selain meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan, kehadiran data yang valid juga akan membantu pemerintah dalam mengevaluasi berbagai program kesejahteraan yang telah berjalan, termasuk program jaminan kesehatan dan bantuan sosial lainnya.

Sebagai informasi, Kota Balikpapan resmi menjadi salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai lokasi perluasan pilot project digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos). 

Rencana sosialisasi digitalisasi perlindungan sosial akan dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026 di Balikpapan Sport Convention Center yang mengundang sejumlah RT.  ***