Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Aidy Ilmi
Balikpapan

BPJS Kesehatan Ajak Warga Cegah Penyakit Sejak Dini

  • Program JKN merupakan sistem perlindungan sosial yang dibangun berdasarkan prinsip gotong royong
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Aidy Ilmi, mengingatkan bahwa keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya bergantung pada kepatuhan peserta membayar iuran. Tetapi juga pada keberhasilan masyarakat menjaga kesehatan dan mencegah penyakit kronis.

Pesan itu disampaikan Aidy saat Media Gathering BPJS Kesehatan bersama insan pers di Balikpapan, Rabu (17/6/2026).

Menurut Aidy, tingginya angka kepesertaan aktif belum tentu menjamin keberlanjutan pembiayaan JKN apabila angka kesakitan masyarakat juga meningkat secara bersamaan.

"Walaupun keaktifan peserta mencapai 100 persen, kalau seluruh peserta sakit dalam waktu bersamaan, tetap tidak akan cukup. Karena itu yang paling penting adalah bagaimana masyarakat tetap sehat," ungkapnya.

Ia menilai media memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan JKN melalui penyebaran informasi mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit, dan pentingnya deteksi dini.

BACA JUGA:

Jangan Kaget, Ada Layanan Kesehatan yang Tak Ditanggung BPJS - ibukotakini.com

Aidy mengungkapkan bahwa penyakit kronis, terutama yang berujung pada gagal ginjal dan tindakan hemodialisis atau cuci darah, masih menjadi salah satu penyebab tingginya biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Menurutnya, banyak kasus gagal ginjal berawal dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

"Yang menjadi perhatian adalah penyakit kronis. Tekanan darah tinggi yang tidak ditangani dengan baik bisa berujung pada gangguan ginjal dan akhirnya membutuhkan cuci darah," katanya.

Karena itu, BPJS Kesehatan terus mendorong penguatan upaya promotif dan preventif agar masyarakat tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika sakit, tetapi juga menjaga kesehatan sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Aidy juga mengungkapkan capaian kepesertaan JKN di Kota Balikpapan yang telah mendekati cakupan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).

Saat ini tingkat kepesertaan JKN di Balikpapan telah mencapai hampir 99 persen dari total penduduk. Sementara tingkat kepesertaan aktif berada di kisaran 85 persen.

BACA JUGA:

Bantuan BPJS PBPU dari Pemprov untuk Balikpapan Paling Kecil - ibukotakini.com

Aidy menyebut, masih terdapat sejumlah peserta yang status kepesertaannya tidak aktif karena berbagai faktor, mulai dari keterlambatan pembayaran iuran peserta mandiri hingga perubahan status pekerjaan.

Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar segera mengaktifkan kembali kepesertaannya apabila terjadi tunggakan atau perubahan data.

"Kami terus melakukan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat. Kalau memang mampu, bayarlah iuran secara mandiri. Jika tidak mampu, bisa mengajukan bantuan melalui mekanisme yang tersedia di pemerintah daerah," ujarnya.

Aidy menegaskan Program JKN merupakan sistem perlindungan sosial yang dibangun berdasarkan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu pembiayaan peserta yang sedang sakit.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak, termasuk media, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat, dapat bersama-sama menjaga keberlangsungan program tersebut.

"Program JKN ini sangat luar biasa. Jangan sampai berhenti di tengah jalan. Mari kita jaga dan manfaatkan bersama demi pelayanan kesehatan masyarakat," tutup Aidy. ***