DVI Tuntaskan Identifikasi Korban KM Dharma Kartika IX
Balikpapan

DVI Tuntaskan Identifikasi Korban KM Dharma Kartika IX

  • Proses identifikasi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan
Balikpapan
Muhammad

Muhammad

Author

IBUKOTAKINI.COM - Fase paling krusial dalam penanganan insiden kapal feri KM Dharma Kartika IX resmi berakhir. 

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Timur memastikan seluruh korban meninggal dunia telah teridentifikasi, sekaligus membuka jalan bagi keluarga untuk memulangkan jenazah ke daerah asal.

Proses identifikasi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan melalui kerja terpadu lintas fungsi, melibatkan DVI Polda Kaltim, Inafis Polresta Balikpapan, serta tim medis. 

Sejak awal, fokus utama tim adalah memastikan identitas korban secara akurat dan bertanggung jawab.

Plh. Karumkit Bhayangkara Balikpapan, AKBP I Made Suanda Menara, menerangkan penetapan identitas tidak dilakukan secara tergesa, melainkan melalui tahapan berlapis yang menjadi standar penanganan korban bencana.

“Tim menggabungkan data korban sebelum meninggal dunia dengan temuan dari pemeriksaan jenazah. Semua harus saling menguatkan sebelum identitas dinyatakan sah,” terangnya pada Selasa 27 Januari 2026.

BACA JUGA:

Insiden Feri di Semayang, Tiga Penumpang Tak Tertolong - ibukotakini.com

Dalam proses tersebut, tim mengumpulkan data antemortem, yakni informasi korban saat masih hidup seperti identitas diri, ciri fisik, catatan gigi, dan barang pribadi yang diperoleh dari keluarga. 

Data ini kemudian dicocokkan dengan data postmortem, yaitu hasil pemeriksaan jenazah meliputi sidik jari, kondisi fisik, serta temuan klinis.

“Identifikasi hanya ditetapkan ketika data primer dan sekunder menunjukkan kecocokan. Itu prinsip utama DVI,” tegasnya.

Berdasarkan hasil rekonsiliasi data, tiga korban meninggal dunia berhasil diidentifikasi. Korban pertama, Idam Rapi (51), laki-laki, teridentifikasi melalui kecocokan sidik jari. 

Korban kedua, Nur Lina (41), dan korban ketiga, Nina (64), keduanya perempuan, diidentifikasi melalui kombinasi temuan klinis, properti korban, serta data sidik jari.

BACA JUGA:

Jasa Raharja Pastikan Santunan Korban KM Dharma Kartika IX - ibukotakini.com

Dengan rampungnya identifikasi, rumah sakit menyatakan seluruh jenazah siap diserahkan kepada pihak keluarga. 

"Tahap ini menjadi penutup penanganan kemanusiaan sebelum proses lanjutan ditangani oleh instansi berwenang," tuturnya.

AKBP I Made Suanda Menara menambahkan, pemeriksaan medis dilakukan tanpa otopsi, melainkan pemeriksaan luar sesuai kebutuhan identifikasi. 

Temuan medis mengarah pada dugaan korban meninggal dunia akibat tertindih muatan dan kendaraan di dalam kapal saat kejadian.

Rampungnya tugas Tim DVI menandai berakhirnya satu fase krisis dalam insiden KM Dharma Kartika IX. Sementara itu, proses penyelidikan terkait penyebab kapal miring tetap berlanjut di bawah kewenangan otoritas terkait. ***