IHSG melemah 0,17% ke level 5.925,976 pada 13 Oktober 2026. Investor asing mencatat net buy Rp570,40 miliar.
Tren

IHSG Ambles ke Posisi 5.925 Meski Asing Borong Saham Rp570 Miliar

  • Nilai Transaksi Capai Rp10,68 Triliun
Tren
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026), meski investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp570,40 miliar.

Berdasarkan data IDX Daily Statistics Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir di level 5.925,976, turun 10,171 poin atau 0,17 persen dibandingkan penutupan Senin (12/10/2026) di posisi 5.936,147.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.930,083 sebelum turun hingga titik terendah 5.828,679. Rentang tersebut menunjukkan indeks sempat mengalami tekanan lebih dalam sebelum memangkas sebagian pelemahannya menjelang penutupan.

Pergerakan ini terjadi sehari setelah IHSG anjlok 2,59 persen pada Senin. Dengan demikian, indeks masih bertahan di bawah level psikologis 6.000 selama dua sesi perdagangan terakhir.

BACA JUGA:

Daftar Emiten Disanksi BEI: Belum Setor Laporan Keuangan Per 30 Juni 2026 - ibukotakini.com

Asing Net Buy Rp570,40 Miliar, Net Sell YTD Masih Rp84,28 Triliun

Salah satu sorotan perdagangan Selasa adalah perubahan arus dana investor asing. Setelah IHSG melemah, investor asing justru membukukan net buy Rp570,40 miliar.

Meski demikian, posisi investor asing secara kumulatif sepanjang 2026 masih mencatatkan net sell sebesar Rp84,286 triliun.

Angka tersebut menunjukkan pembelian bersih pada Selasa belum menghapus akumulasi penjualan asing yang telah terjadi sepanjang tahun berjalan.

Karena itu, perkembangan aliran dana asing masih menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan untuk melihat arah pasar saham Indonesia selanjutnya.

BACA JUGA:

IHSG Hari Ini Anjlok 2,59% ke Level 5.936 - ibukotakini.com

Nilai Transaksi Saham BEI Capai Rp10,68 Triliun

Aktivitas perdagangan saham pada Selasa tercatat mencapai puluhan miliar lembar saham.

Data BEI menunjukkan volume transaksi mencapai 33,230 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp10,687 triliun.

Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,458 juta kali.

Kapitalisasi pasar BEI berada di kisaran Rp10.400 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan posisi Rp10.403 triliun pada perdagangan sebelumnya.

IHSG Masih di Bawah 6.000

Penutupan di level 5.925,976 menandakan IHSG belum kembali menembus level 6.000 setelah koreksi tajam pada awal pekan.

BACA JUGA:

Medco Caplok 10% Hak PI 4 Blok Gas Kaltim dari Eni - ibukotakini.com

Pada Senin, IHSG kehilangan 157,612 poin atau 2,59 persen. Sehari kemudian, indeks kembali melemah, meskipun penurunannya jauh lebih terbatas, yakni 0,17 persen.

Data harian tersebut memperlihatkan bahwa IHSG masih menghadapi tekanan. Namun, tanpa data pergerakan saham individual, statistik ini belum cukup untuk menentukan sektor atau emiten yang paling berkontribusi terhadap koreksi indeks.

Valuasi Pasar Saham Indonesia

Dari sisi valuasi, BEI mencatat rasio price to earnings (PER) pasar sebesar 12,47 kali, sedangkan rasio price to book value (PBV) berada di level 1,57 kali.

Adapun rata-rata transaksi harian sepanjang tahun hingga periode pelaporan tercatat sebagai berikut:

  • Volume: 39,638 miliar saham.
  • Nilai transaksi: Rp20,529 triliun.
  • Frekuensi: 1,183 juta kali transaksi.

Dibandingkan rata-rata tersebut, volume dan nilai transaksi pada Selasa berada di bawah rata-rata harian sepanjang tahun, sedangkan frekuensi transaksi masih lebih tinggi.***