IHSG turun 1,33% ke level 5.863,780 pada 15 Oktober 2026. (Foto: Ilutrasi)
Ekbis

IHSG Hari Ini 'Menyala', Anjlok 1,33% ke 5.863

  • Kapitalisasi Pasar BEI Susut Jadi Rp10.275 Triliun
Ekbis
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Kamis (15/10/2026). IHSG ditutup di level 5.863,780, turun 79,244 poin atau 1,33 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.943,024.

Berdasarkan data IDX Daily Statistics Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.917,699 sebelum merosot hingga level terendah 5.804,210.

Pelemahan indeks tersebut diikuti penyusutan kapitalisasi pasar BEI menjadi Rp10.275 triliun. Statistik Bursa juga mencatat kapitalisasi pasar dalam denominasi dolar AS sekitar US$572 miliar.

Di tengah koreksi IHSG, investor asing justru mencatatkan beli bersih Rp569,38 miliar pada perdagangan hari itu. Namun, secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp84.850,17 miliar atau sekitar Rp84,85 triliun.

BACA JUGA:

IHSG Menguat ke 5.943, Saat Asing Kabur Bawa Rp1,13 T - ibukotakini.com

Transaksi Saham Capai Rp13,5 Triliun

Aktivitas perdagangan saham pada Kamis mencatatkan volume sekitar 31,87 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp13,505 triliun.

Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,679 juta kali.

Sementara itu, data BEI menunjukkan rata-rata transaksi harian sepanjang tahun hingga periode pelaporan mencapai volume 39,545 miliar saham, nilai Rp20,442 triliun, dan frekuensi 1,178 juta kali transaksi.

Dibandingkan rata-rata tersebut, volume dan nilai transaksi pada Kamis berada di bawah rata-rata harian sepanjang tahun, sedangkan frekuensi transaksi lebih tinggi.

BACA JUGA:

IHSG Ambles ke Posisi 5.925 Meski Asing Borong Saham Rp570 Miliar - ibukotakini.com

Asing Masih Net Sell Rp84,85 Triliun Sepanjang Tahun

Data aliran dana asing memperlihatkan perbedaan antara transaksi harian dan akumulasi sepanjang tahun.

Pada Kamis, investor asing mencatatkan net buy Rp569,38 miliar. Namun, secara year to date (YTD), posisi investor asing masih mencatatkan net sell Rp84,85 triliun.

Dari sisi valuasi, statistik BEI mencatat rasio price to earnings (PER) pasar berada di level 12,38 kali, sedangkan price to book value (PBV) tercatat 1,56 kali.

Kedua indikator tersebut memberikan gambaran valuasi agregat pasar, tetapi tidak otomatis mencerminkan valuasi setiap saham secara individual.

BACA JUGA:

Daftar Emiten Disanksi BEI: Belum Setor Laporan Keuangan Per 30 Juni 2026 - ibukotakini.com

Pergerakan IHSG selanjutnya akan menjadi perhatian investor, terutama untuk melihat apakah tekanan indeks berlanjut dan bagaimana perkembangan aliran dana asing setelah koreksi pada perdagangan Kamis.***