Kaltim Luncurkan Desa Siaga TB, Eliminasi TBC Makin Cepat
Samarinda

Kaltim Luncurkan Desa Siaga TB, Eliminasi TBC Makin Cepat

  • Pada tahap awal, Pemprov Kaltim mencanangkan 74 desa dan kelurahan dari tujuh kabupaten/kota sebagai Desa/Kelurahan Siaga TB
Samarinda
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) meluncurkan program Desa dan Kelurahan Siaga Tubercolosis (TB).

Program ini ditujukan untuk mempercepat penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga memastikan pengobatan berlangsung sampai tuntas.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Kaltim. Pemerintah menilai keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi kunci untuk menekan penyebaran TB.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan TB masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan serius. 

Penyakit tersebut tidak hanya berdampak terhadap kondisi kesehatan pasien, tetapi juga berkaitan dengan persoalan gizi dan stunting, terutama pada anak.

“Penyakit TB atau TBC ini menjadi penting untuk ditangani secara serius. Kita harus menemukan dan mendampingi pasien sampai sembuh total,” kata Jaya dalam Launching Desa Siaga Tuberkulosis (TB) Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (11/8/2026).

BACA JUGA:

Bantuan BPJS PBPU dari Pemprov untuk Balikpapan Paling Kecil - ibukotakini.com

Kegiatan tersebut dirangkai dengan Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM dan Sosialisasi Kebijakan Nasional Tingkat Provinsi Kaltim.

Pada tahap awal, Pemprov Kaltim mencanangkan 74 desa dan kelurahan dari tujuh kabupaten/kota sebagai Desa/Kelurahan Siaga TB.

Program ini diarahkan untuk memperkuat berbagai upaya di tingkat masyarakat, mulai dari edukasi mengenai TB, deteksi dini, investigasi kontak, pendampingan pasien hingga pengurangan stigma terhadap penderita.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyatakan cakupan program tersebut tidak boleh berhenti pada 74 desa dan kelurahan.

Program Desa dan Kelurahan Siaga TB harus diperluas hingga seluruh wilayah Kaltim yang mencakup 1.038 desa dan kelurahan.

BACA JUGA:

RS Muara Wahau Kutim Ditargetkan Beroperasi 2029 - ibukotakini.com

“Keberhasilan eliminasi TB sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat dari tingkat paling bawah sampai provinsi,” ujar Seno Aji.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Kader desa, pemerintah desa, Tim Penggerak PKK (TP PKK), tokoh masyarakat, serta unsur lokal lainnya diharapkan menjadi penggerak penanggulangan TB.

“Pelibatan masyarakat dinilai penting karena proses eliminasi TB tidak cukup hanya mengandalkan layanan fasilitas Kesehatan,” imbuhnya. 

Penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien, serta memastikan pasien menyelesaikan pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan. ***