
Kredit Perbankan Balikpapan Tumbuh 19,6% pada 2025
- Penyaluran kredit masih didominasi pembiayaan kegiatan usaha yakni kredit investasi dan modal kerja
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Kinerja intermediasi perbankan di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat pertumbuhan kuat sepanjang 2025. Penguatan kredit dinilai menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan total kredit perbankan di wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser mencapai Rp 41,68 triliun pada 2025 atau tumbuh 19,62% (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan 2024 yang terkontraksi 7,05% dengan nilai Rp 34,84 triliun.
"Pertumbuhan ini mencerminkan fungsi intermediasi perbankan yang berjalan optimal dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah," ungkap Robi dalam keterangannya pada Rabu 18 Februari 2026.
Selain itu, kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,25%, masih jauh di bawah ambang batas 5%.
Dia menyebut, pertumbuhan kredit terutama didorong oleh kredit investasi yang melonjak 72,21% (yoy) menjadi Rp 16,78 triliun, seiring berjalannya proyek hilirisasi industri dan meningkatnya optimisme pelaku usaha.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/bank-indonesia-buka-jalan-umkm-wastra-dan-mamin-go-nasional
"Kredit konsumsi juga tetap tumbuh 7,33% (yoy) menjadi Rp 14,47 triliun, meski melambat dibanding tahun sebelumnya," tandasnya.
Sedangkan dari sisi struktur pembiayaan lanjut Robi, penyaluran kredit masih didominasi pembiayaan kegiatan usaha melalui kredit investasi dan modal kerja dengan pangsa 65,29%, sementara 34,71% terserap untuk kredit konsumsi seperti KPR, kendaraan, dan kredit multiguna.
Secara sektoral, kredit perbankan terutama mengalir ke sektor konstruksi dengan pangsa 18,97%, perdagangan 13,41%, serta pertanian 12,75%. Komposisi ini mencerminkan struktur ekonomi wilayah, dengan Balikpapan sebagai pusat perdagangan dan Penajam Paser Utara serta Paser sebagai basis pertanian.
Penyaluran kredit UMKM tercatat relatif stabil sebesar Rp 12,85 triliun, dengan pembiayaan masih didominasi modal kerja sebesar 53,7% dan investasi 46,3%.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/permintaan-rumah-mbr-di-balikpapan-naik-hingga-50-persen
Struktur kredit UMKM masih didominasi kategori kecil dan mikro, masing-masing 38,71% dan 37,59%, sementara kategori menengah sebesar 23,70%. Rasio NPL UMKM tercatat 3,8%, masih berada di bawah ambang batas aman.
Sementara untuk pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 1,85% (yoy) menjadi Rp 52,88 triliun, melambat dibandingkan pertumbuhan 2024 sebesar 6,02%.
"Struktur DPK masih didominasi tabungan dengan pangsa 49,12%, diikuti giro 34,86% dan deposito 16,02%," sebut Robi.
Ia menilai pertumbuhan kredit yang solid dan stabilitas kualitas pembiayaan tersebut menjadi indikator positif bagi prospek ekonomi wilayah Balikpapan dan sekitarnya ke depan.
"Harapannya pertumbuhan kredit ini terus berjalan dan ini menjadi indikator positif bagi ekonomi daerah," pungkasnya. ***
