Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Erriansyah Haryono mengungkapkan, keberadaan 112 selama ini telah banyak dimanfaatkan masyarakat
Balikpapan

Balikpapan Siaga 112, Hanya 40 Persen Laporan Darurat Nyata

  • Masyarakat diimbau bijak gunakan layanan 112
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Layanan Balikpapan Siaga 112 adalah panggilan darurat resmi yang dapat diakses masyarakat saat berada di kondisi kegawatdaruratan. 

Masyarakat dapat dengan cepat melaporkan keadaan darurat seperti kebutuhan ambulans, kriminalitas maupun gangguan keamanan dan ketertiban, kebakaran, hingga bencana alam seperti banjir dan longsor. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Erriansyah Haryono mengungkapkan, keberadaan 112 selama ini telah banyak dimanfaatkan masyarakat. Sayangnya mencapai mencapai 60 persen panggilan masuk masih berupa panggilan iseng. 

"Misalnya panggilan masuk, saat dijawab tidak ada suaranya," ungkap Erriansyah, Kamis (5/2/2026) di Balaikota Balikpapan. 

Namun begitu, 40 persen panggilan masuk lainnya adalah laporan kebencanaan; kebutuhan evakuasi hewan liar seperti ular, sarang tawon dan biawak; terjadinya pohon tumbang; hingga kebutuhan ambulans dan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban. 

"Kami kemudian meneruskan laporan ini kepada instansi atau Organisasi Perangkat Daerag (OPD) terkait agar segera ditindaklanjuti," jelasnya. 

BACA JUGA:

Balikpapan Jajaki Kerja Sama Swiss - ibukotakini.com

Rencananya, layanan call center ini akan dikumpulkan di Command Center, sehingga terintegrasi dengan semua instansi. Namun memang diakuimya saat ini masih dilakukan penundaan karena efisiensi anggaran. 

"Tapi 112 tetap ada dan bertugas di kantor kami, operator juga ada. Selain itu, apabila ada informasi secepat kami sounding ke OPD terkait," jelasnya. 

Balikpapan Siaga 112 saat ini masih belum melayani 24 jam. Hal ini karena keterbatasan anggaran, sehingga sementara pelayanan kini dibuka mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita. 

Kendati begitu, menurutnya masyarakat masih perlu banyak edukasi agar tidak menyalahgunakan panggilan ini untuk iseng atau bahkan menyampaikan laporan hoaks. Pihaknya selama ini juga telah melakukan sosialisasi terkait adanya layanan 112. Ini sebenarnya sudah banyak disampaikan ke masyarakat. 

Kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan 112 ini sebagai panggilan kegawatdaruratan masih kurang. Walaupun begitu, selama ini cukup banyak panggilan gawat darurat yang masuk dan teratasi dengan baik. 

BACA JUGA:

Sanitasi Aman Balikpapan Baru 11 Persen - ibukotakini.com

"Di momen tertentu panggilan memang cukup tinggi. Operator terus standby di depan alat komunikasi. Sehingga begitu dapat informasi langsung diteruskan," tuturnya. 

Dalam satu hari panggilan di layanan Balikpapan Siaga 112 bisa mencapai puluhan. Namun laporan kebencanaan, kebutuhan ambulans, kriminalitas maupun kegawatdaruratan lain biasanya tidak melebihi 10 laporan. 

Terutama saat kondisi cuaca cukup ekstrem, jumlah panggilan yang melapor atau menginformasikan terkait kebencanaan biasanya memang naik. Seperti banjir, longsor, atau oun kebakaran. 

Untuk informasi, layanan ini bebas biaya panggilan dan dapat digunakan oleh seluruh pengguna telepon di Indonesia.Masyarakat diimbau untuk menggunakan layanan 112 secara bijak dan hanya dalam kondisi darurat yang sebenarnya. ***