Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, dalam kegiatan Kick Off dan Sosialisasi Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial yang berlangsung di BSCC Dome Balikpapan, Selasa 2 Juni 2026.
Balikpapan

Pendataan Perlinsos Dimulai, Bantuan Sosial Kini Lebih Akurat

  • Proses pendataan Perlinsos di Kota Beriman ini dijadwalkan akan berlangsung selama satu bulan penuh
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan resmi memulai perluasan program Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Tahun 2026. 

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh data masyarakat yang menjadi basis penyaluran bantuan sosial (bansos) benar-benar valid dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. 

Agenda tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, dalam kegiatan Kick Off dan Sosialisasi Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial yang berlangsung di BSCC Dome Balikpapan, Selasa 2 Juni 2026. 

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran camat, lurah, ketua RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM), serta berbagai pemangku kepentingan terkait lainnya se-Kota Balikpapan. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/bansos-tepat-sasaran-wali-kota-balikpapan-ajak-rt-aktif-update-data

Dalam sambutannya, Rahmad Mas'ud menyampaikan bahwa Kota Balikpapan menjadi salah satu daerah di Indonesia yang dipercaya oleh pemerintah pusat untuk mengimplementasikan program strategis tersebut. 

Oleh karena itu, ia meminta komitmen serta peran aktif dari seluruh elemen yang hadir agar proses pemutakhiran data dapat berjalan maksimal dan menghasilkan basis data yang akurat. 

"Kita ingin memastikan bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan. Jangan sampai ada masyarakat yang mampu justru menerima bantuan, sementara yang berhak malah tidak terdata," kata Rahmad. 

Menurut Rahmad, penerapan digitalisasi perlindungan sosial ini dirancang untuk memperbarui profil penerima bantuan secara rinci berdasarkan nama dan alamat (by name by address). 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/digitalisasi-bansos-mulai-juni-2026-pemerintah-perluas-uji-coba-ke-42-daerah

"Melalui sistem terintegrasi ini, celah salah sasaran dalam pembagian program jaminan sosial dapat diminimalisasi," ungkapnya. 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran para ketua RT menjadi kunci utama dan garda terdepan dari keberhasilan program pemutakhiran data ini. 

Hal itu dikarenakan pengurus RT merupakan pihak yang paling memahami dinamika sosial dan peta ekonomi warga di wilayahnya masing-masing. 

Terkait hal tersebut, Rahmad mewanti-wanti agar proses verifikasi lapangan dilakukan secara objektif dan transparan, tanpa adanya intervensi kedekatan personal. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/balikpapan-jadi-percontohan-digitalisasi-bansos-siapkan-365-agen-perlinsos

"Keakuratan data itu sangat menentukan keberhasilan berbagai program bantuan yang dijalankan pemerintah," jelasnya. 

Proses pendataan Perlinsos di Kota Beriman ini dijadwalkan akan berlangsung selama satu bulan penuh. 

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menurunkan ratusan agen perlindungan sosial yang disebar ke seluruh kelurahan dan kecamatan untuk mendampingi pendaftaran, verifikasi, hingga validasi data warga. 

Di samping fokus pada program perlindungan sosial, Rahmad juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan pentingnya memperketat pengawasan dan pendataan terhadap warga pendatang baru. 

Mengingat posisi strategis Balikpapan yang memiliki mobilitas penduduk sangat tinggi, keberadaan data kependudukan yang mutakhir dinilai krusial untuk menunjang kualitas pelayanan publik sekaligus menjaga stabilitas keamanan lingkungan. 

Ia berharap, sinergi yang kuat dalam pelaksanaan program ini dapat melahirkan basis data tunggal yang solid, sehingga bisa dijadikan acuan utama dalam penyusunan kebijakan sosial pemerintah di masa depan. 

"Saya berharap bantuan yang disalurkan pemerintah benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya. ***