
PHK Sektor Tambang Ancam Pangan Santri di Kutai Timur, BMH Salurkan 255 Kg Beras
- BMH Jaga Ketahanan Pangan Santri di Tengah Tekanan Ekonomi
Komunitas Kita
IBUKOTAKINI.COM – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan bantuan pangan bagi santri yatim dan dhuafa.
Penurunan daya beli masyarakat berpotensi berdampak pada donasi rutin yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan harian para santri penghafal Al-Qur'an.
Kondisi tersebut mendorong BMH Kalimantan Timur (BMH Kaltim) memperkuat program ketahanan pangan santri dengan menyalurkan 255 kilogram beras dan paket sembako pada Jumat (14/8/2026).
Bantuan disalurkan kepada 130 santri dan guru di dua lembaga pendidikan Islam di Sangatta, yakni Pondok Tahfidz Putri Khairul Ummah di Jalan KH Abdullah dan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Jalan Poros Sangatta-Bontang Kilometer 5, Kecamatan Sangatta Utara.
BACA JUGA:
BMH Salurkan Bantuan Berobat untuk 21 Warga Dhuafa - ibukotakini.com
Selain beras, paket bantuan yang diberikan terdiri atas minyak goreng, gula dan mi instan.
Kebutuhan Beras Santri Capai 2 Ton per Bulan
Kepala Unit Layanan BMH Kutai Timur, Umar Said, mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan bagi santri di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Menurut dia, kebutuhan beras santri di wilayah tersebut mencapai sekitar 2 ton setiap bulan. Karena itu, keberlanjutan dukungan dari masyarakat dan para donatur menjadi penting untuk memastikan kebutuhan pangan para santri tetap terpenuhi.
"Terima kasih kepada para donatur dan muhsinin atas dukungannya terhadap program ini. Bantuan logistik ini membawa kebahagiaan bagi adik-adik santri di pondok-pondok tahfidz binaan kami," ujar Umar.
BACA JUGA:
30 Tunanetra Belajar Al-Qur'an Secara Rutin - ibukotakini.com
Ia berharap dukungan terhadap program pangan santri dapat terus berlanjut sehingga para santri dapat menjalani aktivitas belajar dan menghafal Al-Qur'an dengan lebih tenang.
"Semoga ini menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala tanpa putus," katanya.
BMH Jaga Ketahanan Pangan Santri di Tengah Tekanan Ekonomi
Program Beras Santri BMH menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar para santri yang berasal dari kelompok yatim dan dhuafa.
Di tengah tekanan ekonomi yang berpotensi memengaruhi kemampuan masyarakat dalam berdonasi, bantuan pangan dinilai semakin penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan di pondok tahfidz.
BACA JUGA:
MUI Desak Zakat Jadi Pengurang Pajak Langsung - ibukotakini.com
Bantuan tersebut diharapkan memastikan kebutuhan pangan santri tetap terpenuhi sehingga mereka dapat fokus mengikuti kegiatan belajar mengajar dan menghafal Al-Qur'an.
Salah seorang santri menyampaikan apresiasi kepada BMH dan para donatur yang telah memberikan bantuan.
"Terima kasih kepada BMH dan para donatur. Kami mendoakan semoga Allah SWT mengabulkan hajatnya," tuturnya.
BMH Kaltim mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk terus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan santri penghafal Al-Qur'an.
Dukungan melalui sedekah diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan pasokan pangan sekaligus menopang aktivitas pendidikan para santri di Kutai Timur.***
