Wamenkeu RI, Juda Agung
Ekbis

Rupiah Rp17.836 per Dolar AS, Ini Jurus Kemenkeu Kurangi Ketergantungan USD

  • Rupiah Menguat Tipis pada Senin, 1 Juni 2026
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan dalam beberapa hari terakhir. 

Dalam lima hari terakhir, dolar AS sempat menembus level tertinggi Rp17.867,60 pada Kamis, 28 Mei 2026, sebelum turun tipis menjadi Rp17.836 pada Senin, 1 Juni 2026.

Di tengah pergerakan kurs yang masih tinggi, pemerintah menegaskan langkah-langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional dari gejolak global.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, mengatakan pemerintah terus mendorong diversifikasi sumber pembiayaan melalui penerbitan surat utang dalam mata uang selain dolar AS.

BACA JUGA:

Berapa Penerimaan Pajak Kaltim per Februari 2026? Ini Datanya - ibukotakini.com

Pajak Kaltim–Kaltara 2025 Catat Kontraksi - ibukotakini.com

Menurutnya, strategi pembiayaan diarahkan pada penerbitan instrumen berdenominasi mata uang asing non-USD dengan tingkat bunga yang kompetitif, seperti Samurai Bonds dalam mata uang Yen Jepang (JPY), Dim Sum Bonds dalam mata uang Renminbi China, serta Kangaroo Bonds yang menggunakan Dolar Australia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan fiskal sekaligus mengurangi eksposur terhadap fluktuasi dolar AS yang belakangan kembali menguat di pasar global.

Wamenkeu: Strategi Fiskal Terbukti Efektif

Juda menilai efektivitas strategi fiskal pemerintah tercermin dari capaian ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026.

Perekonomian nasional tercatat tumbuh 5,61 persen, sementara inflasi tetap terkendali di level 2,42 persen. Di sisi fiskal, defisit anggaran hingga April 2026 masih berada di angka 0,64 persen, sedangkan yield Surat Berharga Negara (SBN) dan spread tetap terjaga.

BACA JUGA:

Dampak Pengurangan TKD Kaltim Ancam Program Prioritas - ibukotakini.com

Stimulus Rp200 T ke Himbara, Pasar Saham Positif tapi Risiko Mengintai - ibukotakini.com

“Jadi empat itu sebenarnya empat indikator pertumbuhan, inflasi, fiskal defisit, dan juga yield SBN ini menentukan bagaimana fiskal kita masih kuat. Strategi kita yang kita ambil tadi, it works. Dia bekerja dengan baik,” kata Juda dalam keterangannya.

Tiga Strategi Fiskal untuk Menjaga Ekonomi

Wamenkeu menjelaskan pemerintah secara konsisten menjalankan tiga strategi utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan disiplin fiskal serta stabilitas makroekonomi.

Strategi pertama adalah pengendalian belanja negara melalui refocusing anggaran ke sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah tetap menjaga daya beli masyarakat dengan mempertahankan harga BBM bersubsidi melalui dukungan subsidi energi. Sementara itu, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis juga dilakukan secara lebih efisien, termasuk pengurangan pelaksanaan pada hari Sabtu.

BACA JUGA:

Gaji Rp5 Juta, Bisa Punya Dana Darurat Rp20 Juta dalam 3 Tahun! Begini Caranya - ibukotakini.com

Optimal Pendapatan, Balikpapan Rombak Perda Pajak Daerah - ibukotakini.com

“Itu dari sisi pengeluaran yang kita bisa melakukan pengendalian. Istilahnya refocusing. Kita akan fokus pada pengeluaran yang mendorong demand, yang mendorong supply, mendorong produksi, dan juga mendorong menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Juda.

Strategi kedua dilakukan melalui optimalisasi penerimaan negara, terutama dengan memanfaatkan momentum harga komoditas yang masih relatif tinggi. Selain itu, pemerintah memperkuat penerimaan perpajakan melalui implementasi sistem Coretax.

Ekonomi Indonesia Dinilai Tahan Hadapi Gejolak Global

Dalam kuliah umum di Institut Pertanian Bogor pada Jumat (29/5/2026), Juda juga menegaskan bahwa ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang cukup kuat dalam menghadapi risiko global.

Menurutnya, salah satu faktor penopang utama adalah bauran energi nasional yang beragam, mulai dari minyak, gas, biodiesel, bioenergi hingga batu bara, sehingga Indonesia tidak terlalu rentan terhadap lonjakan harga energi dunia.

BACA JUGA:

Bacitra Masih Gratis, Tak Terdampak Efisiensi - ibukotakini.com

Apa Manfaat Tax Holiday, Cara Pemerintah Tarik Investor - ibukotakini.com

“Kita menghasilkan minyak, gas, biodiesel, bioenergi, batubara. Jadi energi mix kita lebih baik sehingga kita masih mempunyai daya tahan yang baik terhadap harga minyak yang meroket di global,” ungkapnya.

Di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pemerintah optimistis kombinasi kebijakan fiskal yang pruden, diversifikasi pembiayaan, serta ketahanan sektor energi dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sepanjang 2026.***