
Status Bansos Tak Layak? Warga Balikpapan Bisa Ajukan Sanggah
- Dengan proses pendataan yang masih berlangsung hingga akhir tahun, masyarakat diminta aktif memastikan kesesuaian data sosial ekonominya
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menerima hasil pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital ketika dinyatakan tidak layak menerima bantuan sosial (bansos).
Warga masih memiliki kesempatan untuk mengetahui alasan ketidaklayakan dan mengajukan sanggahan apabila kondisi yang tercatat dalam sistem tidak lagi sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Kepala Dinsos Balikpapan, Arfiansyah, mengatakan perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dapat terjadi sewaktu-waktu.
Karena itu, pembaruan data diperlukan agar informasi yang tercatat mencerminkan kondisi terbaru masyarakat.
“Kalau seseorang dinyatakan tidak layak, jangan langsung berhenti di hasil itu. Di aplikasi ada penjelasan mengenai alasan kenapa yang bersangkutan dinyatakan tidak layak. Kalau ternyata ada data yang tidak sesuai, masyarakat bisa mengajukan sanggah,” kata Arfi, Senin (21/9/2026).
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pendataan-perlinsos-balikpapan-ditargetkan-rampung-tiga-bulan
Perubahan Kondisi Keluarga Bisa Memengaruhi Data Bansos
Menurut Arfi, perubahan struktur keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.
Ia mencontohkan keluarga yang sebelumnya memiliki dua sumber penghasilan, tetapi kemudian mengalami perubahan setelah salah satu anggota keluarga meninggal dunia.
Perubahan tersebut dapat berdampak terhadap kemampuan ekonomi keluarga. Namun, kondisi terbaru itu belum tentu langsung tercermin dalam data yang digunakan sistem.
“Misalnya ada keluarga yang sebelumnya masih lengkap, kemudian kepala keluarganya meninggal dan akhirnya hanya tinggal satu orang. Kondisi sosial ekonominya tentu bisa berubah. Kalau memang sekarang membutuhkan bantuan, silakan mendaftarkan atau memperbarui datanya,” jelasnya.
Arfi menyebut kondisi semacam itu kerap menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Warga yang mengalami perubahan keadaan ekonomi bisa saja memperoleh status tidak layak ketika mengajukan pendataan.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/dinsos-balikpapan-integrasikan-data-kependudukan
Menurut dia, masyarakat perlu melihat alasan yang tercantum dalam sistem, bukan hanya berpatokan pada hasil akhir pendataan.
“Kadang warga merasa, ‘Saya sekarang sudah tidak punya suami, kondisi ekonomi berubah, kenapa ketika didaftarkan malah tidak layak?’ Ini bisa menimbulkan perdebatan,” ujarnya.
Dinsos Balikpapan Minta Warga Manfaatkan Fitur Sanggah
Arfi meminta petugas dan Agen Perlinsos di lapangan membantu memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai hasil pendataan.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian antara data dalam sistem dan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat memanfaatkan mekanisme sanggah yang tersedia untuk mengajukan perbaikan.
Di sisi lain, Arfi menjelaskan bahwa Dinsos Balikpapan bukan satu-satunya sumber data dalam sistem Perlinsos. Data yang digunakan telah terintegrasi di tingkat pusat dan berasal dari berbagai sumber.
“Dinsos posisinya sebagai fasilitator. Data yang sudah masuk ke sistem juga berasal dari berbagai sumber dan terintegrasi. Jadi kalau ada yang merasa datanya tidak tepat, masyarakat perlu mengikuti mekanisme yang sudah disediakan untuk melakukan perbaikan atau sanggah,” ungkap Arfi.
Dengan proses pendataan yang masih berlangsung hingga akhir tahun, masyarakat diminta aktif memastikan kesesuaian data sosial ekonominya.
Pembaruan data diperlukan agar perubahan kondisi warga tidak tertinggal dari keadaan sebenarnya.
“Yang terpenting kembali ke data. Kalau kondisi warga berubah, datanya juga harus diperbarui. Jangan sampai kondisi di lapangan sudah berbeda, tetapi data yang tercatat masih menggunakan kondisi lama,” pungkas Arfi. ***
