Pabrik Surya Biru Murni Acytelyne Tbk (SBMA) di Manggar, Balikpapan Timur.  (Gmaps)
Ekbis

Sukses Melantai di Bursa, Surya Biru Murni (SBMA) Siap Kuasai Kalimantan

  • Kapasitas Produksi Bertambah, Incar Kalsel dan Kalteng
Ekbis
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM – Perjalanan panjang PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) berbuah manis. Perusahaan gas industri asal Balikpapan ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 September 2021, menjadi salah satu emiten daerah yang sukses go public dengan kode saham SBMA.

Didirikan pada 1980 di Balikpapan, SBMA awalnya hanya bergerak di bisnis gas acetylene. Namun, dalam perjalanannya perusahaan terus berkembang dengan menambah portofolio produk mulai dari oksigen, nitrogen, argon, karbon dioksida, hingga gas khusus laboratorium. 

Komitmen inovasi dan ekspansi infrastruktur mendorong SBMA bertahan, bahkan tumbuh menjadi penyedia gas industri terpercaya di kawasan Kalimantan.

BACA JUGA:

Pasar Modal Indonesia Catat 954 Emiten, Kapitalisasi Rp13.755 Triliun - ibukotakini.com

Langkah strategis dilakukan pada 2021 ketika SBMA melepas 278,4 juta saham atau 29,99 persen modal ditempatkan ke publik. Dana hasil IPO dialokasikan untuk pembelian lahan, pengembangan pabrik, hingga modal kerja. 

Tak butuh waktu lama, pada 2023 perusahaan meresmikan Air Separation Plant (ASP) yang mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga lima kali lipat.

Komisaris Independen SBMA, Slamet Brotosiswoyo, menjadi narasumber pada Sosialisasi Pasar Modal sebagai Alternatif Pendanaan Perusahaan. 

Hasilnya, kinerja keuangan SBMA melonjak signifikan. Tahun 2024, pendapatan tembus Rp131,67 miliar atau tumbuh 16 persen. Laba bersih bahkan melesat 182 persen menjadi Rp13,35 miliar.

BACA JUGA:

Target Kapasitas Produksi 5 Kali Lipat, SBMA Belanja ASP dari China - ibukotakini.com 

Memasuki 2025, performa tetap positif: penjualan semester awal tumbuh 12,4 persen menjadi Rp32,48 miliar, sementara laba bersih naik 26,8 persen menjadi Rp6,71 miliar. 

Perusahaan juga telah membagikan dividen Rp3,71 miliar kepada pemegang saham pada Juli lalu.

Komisaris Independen SBMA, M. Slamet Brotosiswoyo, menyebut keberhasilan go public menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kredibilitas, sekaligus membuka peluang partisipasi lebih luas bagi investor. 

“Go public bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari pertumbuhan lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya saat berbagi pengalaman di acara Sosialisasi Pasar Modal sebagai Alternatif Pendanaan Perusahaan, Kamis, 11 September 2025.

Perkembangan Surya Biru Murni Acytelyne Tbk (SBMA)

BACA JUGA:

SBMA Beli Kebutuhan Pabrik dari China - ibukotakini.com

Ke depan, SBMA menargetkan ekspansi ke Kalimantan Selatan dan Tengah, melakukan diversifikasi produk, sekaligus memperkuat komitmen pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). 

Dengan strategi itu, perusahaan optimistis menjadi pemain utama di industri gas nasional.

Sebagai salah satu perusahaan asal Kalimantan Timur yang sukses melantai di bursa, cerita SBMA menjadi inspirasi bagi dunia usaha daerah: bahwa dengan inovasi, tata kelola, dan komitmen, perusahaan lokal bisa bersaing dan tumbuh di kancah nasional. ***