
5 Program Prioritas Dinkes Kutim, dari Stunting hingga Dokter Keliling
- Targetkan Stunting Turun hingga 14 Persen
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) memfokuskan pelaksanaan lima program prioritas di sektor kesehatan sebagai bagian dari 50 program unggulan Bupati Kutai Timur.
Lima program tersebut meliputi peningkatan kesejahteraan dan kompetensi tenaga kesehatan, pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, percepatan penurunan stunting, jaminan kepesertaan BPJS Kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC), serta layanan dokter keliling bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan lima program tersebut menjadi prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan hingga ke pelosok Kutai Timur.
“Dari 50 program prioritas Bupati, ada lima yang menjadi fokus utama Dinas Kesehatan. Ini menjadi program yang kami prioritaskan pelaksanaannya di seluruh wilayah Kutai Timur,” ujar Yuwana usai pelantikan Pejabat Tinggi Pratama di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Jumat (28/8/2026).
BACA JUGA:
Kaltim Luncurkan Desa Siaga TB, Eliminasi TBC Makin Cepat - ibukotakini.com
Meski demikian, Dinkes Kutim tetap menjalankan berbagai program rutin yang menjadi kebijakan Kementerian Kesehatan.
Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan
Program pertama yang menjadi perhatian Dinkes Kutim adalah pemberian bantuan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Peningkatan kapasitas dilakukan melalui berbagai kegiatan bimbingan teknis dan pelatihan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit.
Menurut Yuwana, sumber daya manusia kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Selain penguatan tenaga kesehatan, Dinkes Kutim juga memprioritaskan pembangunan serta peningkatan sarana dan prasarana kesehatan.
BACA JUGA:
DBH Seret, Mahyunadi Lirik Pajak Bumi dan Bangunan - ibukotakini.com
Program tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal di berbagai wilayah, termasuk daerah yang memiliki keterbatasan akses.
Dinkes Kutim Targetkan Stunting Turun hingga 14 Persen
Program prioritas berikutnya adalah percepatan penurunan angka stunting di Kutai Timur.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemberian makanan bergizi dan susu gratis kepada kelompok sasaran, serta pelaksanaan program Pentas Kutim atau Pemantauan Pelayanan Terpadu dan Serentak untuk Tuntaskan Stunting di Kutai Timur.
Yuwana mengatakan penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya melalui intervensi gizi. Persoalan tersebut juga berkaitan dengan pola pengasuhan anak, sanitasi, kebersihan lingkungan, serta perilaku hidup sehat.
BACA JUGA:
Beda Data Jumlah Stunting di Kutim, Dinas Kesehatan Beber Penyebabnya - ibukotakini.com
“Stunting juga dipengaruhi pola pengasuhan anak, kebersihan, sanitasi, dan perilaku hidup sehat. Karena itu semua stakeholder kami libatkan agar target penurunan stunting hingga 14 persen bisa tercapai,” katanya.
Karena itu, Dinkes Kutim menggandeng berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk mempercepat penanganan stunting secara kolaboratif.
Seluruh Warga Kutim Dijamin BPJS Kesehatan
Program keempat adalah memastikan seluruh masyarakat Kutai Timur tetap mendapatkan jaminan kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).
Yuwana memastikan seluruh warga Kutim telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga telah mengatasi persoalan pengalihan kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sebelumnya menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pembiayaan peserta tersebut kini ditanggung melalui APBD Kutim sehingga masyarakat tidak kehilangan akses terhadap jaminan pelayanan kesehatan.
Dokter Keliling Sasar Wilayah Terpencil Kutim
Selain itu, Dinkes Kutim juga menjalankan program layanan dokter keliling untuk memperluas akses pelayanan kesehatan di desa dan wilayah terpencil.
Program tersebut dilaksanakan melalui Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) dengan membawa dokter spesialis secara bergantian ke sejumlah kecamatan.
Jenis dokter spesialis yang diturunkan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta penyakit yang banyak ditemukan di wilayah tujuan.
Dalam waktu dekat, layanan PKB dijadwalkan menyasar Kecamatan Batu Ampar. Selanjutnya, pelayanan akan diperluas ke Kecamatan Karangan, Sandaran, Busang, Teluk Lingga, dan Teluk Pandan.
Dinkes Kutim juga bekerja sama dengan organisasi profesi dokter untuk menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan.
BACA JUGA:
200 Balita Gizi Kurang di PPU Terima Bantuan Pangan - ibukotakini.com
Selain itu, pemerintah daerah menggandeng Doctor Share melalui program rumah sakit kapal yang direncanakan memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong.
“Pelayanan rumah sakit kapal sempat ditunda karena kondisi sungai surut sehingga kapal belum bisa merapat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dilaksanakan,” pungkas Yuwana.
Lima program prioritas tersebut menjadi arah utama Dinkes Kutim dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memastikan masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil, mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan merata.***
