
PHK di Balikpapan Capai 909 Orang, Ini Yang Dilakukan BPJS Ketenagakerjaan
- Buka Program Pelatihan Usaha dan Literasi Keuangan
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) Cabang Balikpapan mencatat jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 909 orang.
Menyikapi kondisi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menggulirkan program pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan bagi pekerja yang terkena PHK maupun yang memasuki masa pensiun.
Program tersebut disiapkan untuk membantu para pekerja tetap memiliki sumber penghasilan setelah tidak lagi bekerja di sektor formal.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, Ady Hendratta mengatakan, pihaknya bekerja sama sejumlah lembaga, seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Rumah BUMN untuk memberikan pendampingan usaha.
BACA JUGA:
Mulai PAD hingga Kemacetan, Ini Evaluasi DPRD untuk Pemkot Balikpapan - ibukotakini.com
BPJS Kesehatan Siapkan Kantor Layanan di IKN, Dirut Tinjau RSUP Nusantara - ibukotakini.com
“Kami ingin mereka (pekerja), kalaupun – mudah-mudahan tidak ya, tidak mendapatkan pekerjaan kembali, kami ingin mendapingi, apakah mereka tertarik membuat usaha baru, ataupun ekonomi kreatif, kami akan menghubungkan dengan Rumah BUMN, BI, dan OJK yang memiliki berbagai program pelatihan,” kata Ady Hendratta, dalam pertemuan yang dihadiri anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan, Sumarjono Saragih dan pengurus DPP Apindo Kaltim.
Menurut Ady, salah satu perhatian utama adalah memastikan dana Jaminan Hari Tua (JHT) tidak habis untuk kebutuhan konsumtif sesaat. Karena itu, peserta akan mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha.
“Saya sudah bertemu dengan Kepala BI dan mereka siap memberikan literasi keuangan kepada para pekerja yang mengambil JHT. Tujuannya agar dana tersebut tidak serta-merta habis untuk konsumsi, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha atau sumber pendapatan baru,” kata Ady, Senin, 8 Juni 2026.
Ady menjelaskan, program pendampingan pekerja PHK dan pensiunan tersebut telah memasuki tahap uji coba atau piloting. Saat ini sudah dilakukan di Tarakan, ada empat peserta yang mengikuti program tersebut.
BACA JUGA:
Bantuan BPJS PBPU dari Pemprov untuk Balikpapan Paling Kecil - ibukotakini.com
UMK Balikpapan Rp3,5 Juta, Perusahaan Masih Ada Bayar Buruh Murah - ibukotakini.com
BPJS Ketenagakerjaan berencana memperluas pelaksanaan program ke Balikpapan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Selain itu, program juga menyasar pekerja yang secara sukarela berhenti bekerja dan ingin beralih menjadi pelaku usaha.
Berdasarkan data yang dihimpun BPJS Ketenagakerjaan, terdapat potensi ratusan pekerja setiap tahun yang dapat mengikuti program pelatihan tersebut.
“Kalau datanya terinput, dalam setahun bisa mencapai sekitar 400 orang yang menjadi sasaran pelatihan, baik karena PHK maupun karena berhenti bekerja dan ingin memulai usaha.” ujar Ady.
BPJS Ketenagakerjaan juga mengharapkan dukungan dari kalangan pengusaha melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) agar program pendampingan pekerja PHK dapat berjalan lebih luas.
BACA JUGA:
Masih Ada Perusahaan Tak Lapor Tenaga Kerja Asing - ibukotakini.com
Panduan Lengkap Pengajuan Rumah Bagi Pekerja - ibukotakini.com
Melalui pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, dan akses pendampingan bisnis, BPJS Ketenagakerjaan berharap pekerja yang terdampak PHK tidak hanya bergantung pada manfaat JHT, tetapi mampu menciptakan usaha baru yang berkelanjutan.
Program ini menjadi salah satu langkah antisipasi di tengah meningkatnya angka PHK di Balikpapan yang telah mencapai 909 kasus dalam lima bulan pertama tahun 2026.
Dengan bekal keterampilan dan pengelolaan keuangan yang lebih baik, para pekerja diharapkan tetap memiliki ketahanan ekonomi meski tidak lagi bekerja di perusahaan tempat mereka sebelumnya berkarier.
Ketua DPP Apindo Kaltim, Abriantinus mengapresiasi program pelatihan bagi pekerja yang pensiun maupun terdampak pemutusan hubungan kerja. “Sehingga pekerja punya gambaran tentang masa depannya setelah tidak lagi berkarya di Perusahaan,” katanya. Apindo akan membantu menyebarluaskan program ini kepada seluruh anggota dan pelaku usaha.
BACA JUGA:
Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan, Sumarjono Saragih menyebut program ini bisa membantu mewujudkan kesejahteraan pekerja di masa pensiun.
“Istilahnya, para pekerja bisa sejahtera di masa senja,” ujarnya. ***
